Gaji Ke-13 ASN Jatim Cair Penuh, Lia Istifhama Sebut Bukti Nyata Kepedulian Pemerintah

Kabar gembira datang bagi ribuan Aparatur Sipil Negara di Jawa Timur saat pemerintah provinsi mulai mencairkan gaji ke-13 secara penuh. Kebijakan ini berlaku untuk PNS, PPPK, hingga PPPK paruh waktu tanpa pemotongan.

Anggota DPD RI Lia Istifhama mengapresiasi langkah tersebut dan menilai pencairan penuh ini sebagai bentuk nyata kepedulian pemerintah terhadap kesejahteraan pegawai. Menurutnya, ASN adalah ujung tombak pelayanan publik yang layak menerima hak secara optimal.

Ning Lia menilai pencairan gaji ke-13 ini sangat positif karena dilakukan menjelang tahun ajaran baru. Pada periode ini, kebutuhan keluarga biasanya meningkat, terutama untuk biaya pendidikan anak.

Ia menyebut proses administrasi pencairan sudah berjalan di berbagai daerah di Jawa Timur. Para ASN pun mulai menerima gaji ke-13 sesuai hak yang ditetapkan.

PPPK Paruh Waktu Ikut Merasakan Dampaknya

Kebijakan ini tidak hanya menyentuh PNS dan PPPK penuh waktu. PPPK paruh waktu yang jumlahnya mencapai puluhan ribu orang di Jawa Timur juga ikut menerima manfaatnya.

Selain gaji bulanan, PPPK paruh waktu memperoleh gaji ke-13 yang dihitung berdasarkan masa pengabdian dan tingkat pendidikan. Mereka juga menerima tambahan komponen tunjangan dengan nominal yang sama bagi seluruh PPPK paruh waktu.

Ning Lia menyebut kombinasi dua komponen itu membuat sebagian besar PPPK paruh waktu menerima tambahan penghasilan yang cukup signifikan pada bulan ini. Dalam sejumlah kasus, pendapatan yang diterima bahkan mencapai lebih dari dua kali lipat dibandingkan bulan biasa.

Menurutnya, kondisi itu menjadi kabar baik setelah bertahun-tahun banyak tenaga non-ASN menantikan peningkatan kesejahteraan dan kepastian penghasilan. Ia menilai kebijakan ini memberi manfaat langsung bagi para pegawai.

Dorong Konsumsi dan Aktivitas Ekonomi

Ning Lia juga melihat dampak kebijakan ini meluas ke sektor ekonomi masyarakat. Tambahan penghasilan ASN diperkirakan akan mendorong konsumsi rumah tangga dan menggerakkan aktivitas ekonomi di berbagai sektor.

Dengan diterimanya gaji bulanan dan gaji ke-13 secara bersamaan, para pegawai dinilai lebih leluasa memenuhi kebutuhan keluarga, biaya pendidikan anak, dan kebutuhan sosial lainnya. Hal ini sekaligus memberi ruang bagi pegawai untuk menjalankan tugas pelayanan dengan lebih tenang.

Ia menegaskan bahwa pencairan gaji ke-13 secara penuh menjadi bukti bahwa peningkatan kualitas birokrasi harus berjalan seiring dengan pemenuhan hak pegawai tepat waktu dan sesuai ketentuan. Karena itu, ribuan ASN di Jawa Timur kini menyambut pertengahan tahun dengan rasa syukur dan optimisme yang lebih besar.

Source: kabarjawatimur.com
Exit mobile version