
Ratusan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Kota Bandung mengakhiri aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Jawa Barat, Jalan Diponegoro, setelah menyampaikan tuntutan mereka kepada perwakilan anggota dewan. Massa membubarkan diri secara tertib pada Kamis (11/6/2026) sore dengan situasi tetap kondusif.
Aksi yang berlangsung sejak sore itu sempat menarik perhatian karena memadati ruas jalan di sekitar gedung dewan. Namun, demonstrasi tetap berjalan relatif tertib tanpa bentrokan maupun tindakan anarkistis.
Dialog dengan dewan jadi titik akhir aksi
Sebelum bubar, sejumlah perwakilan mahasiswa lebih dulu bertemu anggota DPRD Jawa Barat untuk menyampaikan aspirasi. Dalam pertemuan itu, mahasiswa menegaskan kembali tuntutan yang mereka bawa ke lokasi aksi.
Setelah dialog selesai, massa membacakan poin-poin tuntutan di hadapan peserta aksi. Langkah itu menjadi penegasan sikap mereka terhadap sejumlah kebijakan yang dinilai perlu mendapat perhatian pemerintah.
Tuntutan yang disuarakan mahasiswa menyoroti persoalan ekonomi, kenaikan harga BBM, hingga pembahasan Undang-Undang Polri. Kritik tersebut menjadi bagian dari orasi yang mewarnai aksi sejak awal.
Pengamanan ketat, situasi tetap terkendali
Sejak awal aksi, aparat gabungan dari kepolisian, Brimob, dan TNI sudah bersiaga di sekitar lokasi. Ratusan petugas tampak berjaga di sejumlah titik, termasuk akses masuk dan keluar kawasan aksi.
Petugas keamanan juga terus berkoordinasi dengan koordinator lapangan mahasiswa agar penyampaian aspirasi berjalan lancar. Koordinasi itu membantu menjaga situasi tetap terkendali meski massa sempat memenuhi area depan gedung.
Usai pembacaan tuntutan, mahasiswa meninggalkan kawasan Gedung DPRD Jabar secara bertahap. Mereka sudah membubarkan diri sebelum pukul 18.00 WIB, sementara kondisi di sekitar lokasi perlahan kembali normal.
Arus lalu lintas yang sempat padat akibat konsentrasi massa juga mulai lancar kembali. Situasi di sekitar Gedung DPRD Jawa Barat pun berangsur tenang setelah aksi selesai.
Source: www.detik.com







