Hari Tanpa Hujan Lumpuhkan Pasuruan, 211 KK Hadapi Krisis Air Bersih

Fenomena hari tanpa hujan memicu kekeringan dan krisis air bersih di sejumlah kawasan Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. BNPB menyebut kondisi ini muncul di tengah situasi banyak wilayah lain di tanah air yang masih dilanda bencana hidrometeorologi basah berupa banjir.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan kekeringan meteorologis tersebut juga terpantau di Pasuruan. Menurut dia, wilayah itu menjadi salah satu lokasi terbaru yang terdampak saat bencana banjir masih terjadi di tempat lain.

Krisis air bersih di Winongan

Berdasarkan laporan berkala BPBD setempat, krisis pasokan air bersih di Pasuruan resmi dilaporkan pada Kamis (18/6) pagi sekitar pukul 07.30 WIB. Pusdalops BNPB mengonfirmasi titik kekeringan terkonsentrasi di Desa Kedungrejo, Kecamatan Winongan.

Dampak penurunan debit sumber air di wilayah hilir Pasuruan itu disebut mengenai sedikitnya 211 kepala keluarga. Kondisi ini membuat kebutuhan air harian warga bergantung pada pasokan bantuan dari pemerintah daerah dan tim penanganan di lapangan.

Distribusi air bersih dilakukan berkala

Tim reaksi cepat BPBD Kabupaten Pasuruan bersama jajaran terkait telah bergerak di lapangan untuk merespons keadaan darurat itu. Mereka menyalurkan air bersih menggunakan armada truk tangki secara berkala kepada warga di pos penampungan.

BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat di kawasan rawan untuk mengoptimalkan pengelolaan sumber daya air. Langkah mitigasi juga diminta disiapkan lebih matang agar dampak kekeringan tidak meluas hingga puncak kemarau yang diperkirakan berlangsung pada Agustus.

Source: www.antaranews.com

Terkait