BMKG Prediksi Cerah Dominasi 25 Wilayah Jatim, Akhir Pekan Ini Pagi Kabut Tipis Bukan Hujan

BMKG memprakirakan cuaca cerah akan mendominasi 25 wilayah di Jawa Timur pada Sabtu, 20 Juni 2026. Kondisi ini membuat sebagian besar daerah di provinsi itu relatif aman untuk aktivitas luar ruangan sejak pagi hingga malam.

Namun, warga tetap perlu memperhatikan kelembapan udara yang tinggi di sejumlah lokasi. Dalam prakiraan resmi, suhu udara di Jawa Timur juga bergerak dalam rentang lebar, yakni 14 hingga 32 derajat Celsius.

Sebaran cuaca di Jawa Timur

Dari total 38 kabupaten dan kota di Jawa Timur, BMKG mencatat 25 wilayah berpotensi mengalami cuaca cerah sepanjang hari. Situasi ini memberi peluang cuaca yang cukup stabil di banyak daerah pada akhir pekan.

Di sisi lain, beberapa wilayah di bagian selatan dan barat Jawa Timur diperkirakan mengalami udara kabur atau berkabut tipis. Kondisi itu terutama muncul pada area dengan kelembapan yang mendekati titik jenuh.

Daerah yang terpantau udara kabur

BMKG menyebut Pacitan, Ponorogo, Trenggalek, Tulungagung, dan Lumajang sebagai wilayah yang berpotensi mengalami udara kabur. Kelima daerah ini diprakirakan menghadapi kelembapan tinggi yang memicu munculnya kabut tipis pada waktu tertentu.

Rincian data juga menunjukkan Pacitan diprakirakan bersuhu 20-30 derajat Celsius dengan kelembapan 70-97 persen. Trenggalek berada pada kisaran 21-27 derajat Celsius dengan kelembapan 78-98 persen, salah satu yang tertinggi dalam prakiraan ini.

Wilayah dengan cuaca cerah dan suhu tertinggi

Untuk wilayah dengan kondisi cerah atau umum, Blitar diprakirakan berada pada suhu 21-30 derajat Celsius. Kediri mencatat rentang suhu paling tinggi, yakni 22-32 derajat Celsius, dengan kelembapan 58-95 persen.

Malang juga masuk kelompok cerah atau umum dengan suhu 20-29 derajat Celsius dan kelembapan 60-96 persen. Sementara itu, Tulungagung berada pada 22-29 derajat Celsius dengan kelembapan 67-98 persen meski tetap berpotensi berkabut tipis.

Kelembapan tinggi jadi perhatian

BMKG menyoroti tingginya kelembapan udara di beberapa daerah seperti Trenggalek dan Tulungagung. Kondisi ini memicu pembentukan kabut tipis pada pagi hari, terutama saat udara mendekati jenuh.

Karena cuaca cerah lebih dominan, masyarakat di 25 wilayah tersebut diminta mewaspadai terik matahari pada siang hari. Langkah sederhana seperti memakai pelindung kepala dan membawa air minum tambahan dinilai membantu menjaga kebugaran saat beraktivitas di luar ruangan.

BMKG juga menyatakan akan terus memperbarui dinamika atmosfer yang memengaruhi cuaca Jawa Timur. Masyarakat diminta memantau informasi cuaca secara berkala melalui saluran komunikasi resmi.

Source: www.pdiperjuanganbali.id

Terkait