Pertamina Patra Niaga memastikan pasokan BBM di Jawa Tengah dan DI Yogyakarta masih aman dan tidak mengalami gangguan. Kepastian ini disampaikan menyusul viralnya video seorang sopir yang mengaku kesulitan mendapat Biosolar di SPBU.
Area Manager Communication, Relations, & Corporate Social Responsibility Pertamina Patra Niaga Jawa Bagian Tengah, Taufik Kurniawan, mengatakan stok BBM di wilayah itu berada dalam kondisi sangat aman. Ia menyebut stok harian berada di angka 15 kali lipat konsumsi normal, atau sekitar 90.000 kiloliter dari kebutuhan normal sekitar 6.300 kiloliter.
Tak Ada Kelangkaan di Dua Titik SPBU
Pertamina Patra Niaga juga menelusuri laporan konsumen yang beredar di media sosial. Dari hasil penelusuran itu, muncul dugaan kelangkaan di dua titik SPBU, yakni Ambarketawang di DI Yogyakarta dan Sragen di Jawa Tengah.
Perusahaan menegaskan bahwa tidak ada kelangkaan Biosolar di dua wilayah tersebut. Di Ambarketawang, lonjakan konsumsi disebut terjadi karena bus Transjogja dan bus lain sedang mengisi BBM saat mobil tangki tengah bongkar muatan.
SPBU Tetap Beroperasi Normal
Taufik menegaskan masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan BBM, baik jenis gasoil seperti Biosolar dan Dex maupun gasoline seperti Pertalite dan Pertamax. Ia juga menyebut SPBU yang buka 24 jam masih melayani seperti biasa dan penyaluran BBM berjalan normal.
Menurutnya, tidak ada kondisi yang memicu lonjakan permintaan konsumsi secara luas di wilayah Jateng-DIY. Karena itu, Pertamina Patra Niaga menilai pasokan saat ini tetap terkendali.
Stok Pertalite Sudah Dipertebal
Jelang musim liburan pada 22 Juni-3 Juli 2026, Pertamina Patra Niaga juga sudah menambah stok Pertalite sebesar 10-18 persen untuk seluruh SPBU di Jawa Tengah-DI Yogyakarta. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi kenaikan konsumsi BBM jenis gasoline selama periode tersebut.
Penebalan stok BBM itu akan terus dilakukan secara berkala sesuai evaluasi konsumsi harian. Fokusnya berada di titik-titik tujuan wisata yang diprediksi mengalami peningkatan mobilitas.
Keluhan dari Pelaku Usaha Truk
Di sisi lain, Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia atau Aptrindo Jawa Tengah-DI Yogyakarta menyampaikan keluhan berbeda terkait Biosolar. Ketua DPD Aptrindo Jateng-DI Yogyakarta, Bambang Widjanarko, mengatakan sulitnya mendapatkan Biosolar sudah mulai terasa sejak pertengahan tahun ini.
Bambang menyebut sopir truk memang masih bisa memperoleh Biosolar, tetapi harus mengantre berjam-jam. Ia menilai kondisi antrean panjang itu berisiko mengganggu keselamatan karena sopir bisa mengalami kelelahan fisik dan mental saat menunggu di SPBU.
