Rawa Pening Bersiap Punya Rumah Makan Apung, Investasi Baru di Tengah Jaga Konservasi

Rencana pengembangan Rawa Pening mulai bergerak ke arah yang lebih konkret dengan masuknya minat investasi untuk destinasi wisata air di Kabupaten Semarang. Salah satu yang paling menarik adalah rencana pembangunan rumah makan apung, yang diproyeksikan memperkuat daya tarik kawasan tersebut sebagai tujuan wisata unggulan Jawa Tengah.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyatakan dukungan penuh terhadap pengembangan itu. Ia menekankan bahwa Rawa Pening harus dikelola sebagai bagian dari kawasan aglomerasi pariwisata Borobudur–Kopeng–Rawa Pening, tetapi tetap menjaga fungsi konservasi kawasan.

Investasi wisata yang mulai disiapkan

Investor asal Cilacap, PT Pandawa Sapto Dewi Pesisir, menyatakan siap ikut mengembangkan wisata air Rawa Pening. Perseroan melihat potensi besar kawasan itu untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata berbasis perairan.

Bentuk investasi yang disebut mencakup rumah makan apung, vila, keramba, hingga permainan air. Bupati Semarang Ngesti Nugraha berharap pengembangan itu benar-benar menjadikan Rawa Pening sebagai salah satu destinasi unggulan di Jawa Tengah.

Konservasi tetap jadi batas utama

Dukungan pengembangan datang bersama peringatan agar kawasan itu tidak kehilangan fungsi ekologisnya. Ahmad Luthfi menegaskan bahwa Rawa Pening adalah kawasan konservasi, sehingga setiap langkah pengembangan harus dikoordinasikan dengan berbagai pihak.

Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Jawa Tengah Hanung Triyono juga menekankan hal serupa. Menurut dia, pengembangan kawasan harus dilakukan hati-hati karena pariwisata dan konservasi harus berjalan seimbang.

Zonasi dan pengelolaan air ikut disiapkan

Pemprov Jawa Tengah berencana berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai Pemali Juana dan Kementerian Pekerjaan Umum. Koordinasi itu dibutuhkan untuk menentukan zonasi mana yang bisa dimanfaatkan untuk wisata dan mana yang harus dipertahankan sebagai kawasan konservasi.

Hanung juga menyebut akan masuk investasi terkait sistem pengelolaan air dari Shiga, Jepang. Dengan begitu, aspek pariwisata, konservasi, dan water management diharapkan bisa berjalan beriringan.

Direktur PT Pandawa Sapto Dewi Pesisir, Miskun, mengatakan pihaknya melihat Rawa Pening punya prospek besar untuk dikembangkan. Ia menyebut gubernur meminta agar proses pengembangan ini segera direalisasikan dan tidak berlarut-larut.

Diperkuat dalam kawasan aglomerasi wisata

Pengembangan Rawa Pening juga diposisikan sebagai bagian dari penguatan kawasan pariwisata yang lebih luas. Pemerintah provinsi menargetkan Borobudur, Kopeng, dan Rawa Pening saling terhubung sebagai satu aglomerasi yang saling mendukung.

Hanung menyebut pihaknya berharap tahun ini site plan pengembangan Rawa Pening sudah bisa dilihat. Ia juga mengingatkan bahwa kewenangan kawasan ini berada di Kementerian Pekerjaan Umum, meski pemerintah daerah tetap bisa masuk dalam proses pengembangan.

Source: mojok.co

Terkait