Kontingen PASI Jawa Timur langsung merebut perhatian pada hari pertama Kejurnas Atletik U-16 serta Indonesia Open U-18 dan U-20 di Lapangan Atletik Rawamangun, Jakarta Timur. Mereka memimpin klasemen sementara dengan 4 emas, 4 perak, dan 5 perunggu, sekaligus mencatat momen paling menonjol lewat pecahnya rekor nasional di nomor lompat jauh putra KU-16.
Sorotan terbesar datang dari Arjuna Satria Anan. Atlet muda asal Jawa Timur itu melompat sejauh 6,12 meter dan menumbangkan rekor nasional lama milik Farhan Rahman dari Sumatra Selatan yang sebelumnya tercatat 6,05 meter pada Kejurnas 2024 di Kendal, Jawa Tengah.
Jatim merata di lintasan dan lapangan
Kemenangan Arjuna hanya menjadi pembuka dari performa dominan Jawa Timur di berbagai nomor. Tiga emas lain lahir dari Putu Widya Ayu Lestari pada lari 60 meter putri, Senandung Cinta di nomor lari 300 meter gawang KU-16 putri, serta Adelio Dhaniswara pada lari 300 meter gawang KU-16 putra.
Jawa Timur juga menambah koleksi lewat jalur perak dan perunggu di beberapa nomor lain. Medali perak diraih Queen Feiranthika pada lari 100 meter KU-18 putri, Hoshi Fatihah di lari 100 meter KU-20 putri, Kenzi Z di tolak peluru KU-16 putri, dan M. Rizky pada lari 800 meter KU-18 putra.
Sumbangan perunggu datang dari Adelio Dhaniswara pada lempar lembing KU-16 putra, Krisna Iksani di tolak peluru KU-16 putri, Nabila Azzahra pada lari 60 meter KU-16 putri, Sazkia Tsalisa di lari 100 meter KU-18 putri, serta Shelly Septi Andani pada lompat jauh KU-18 putri. Hasil itu membuat Jawa Timur unggul atas DKI Jakarta yang berada di posisi kedua dengan 3 emas, 2 perak, dan 4 perunggu.
Drama di nomor sprint putra KU-18
Tidak semua nomor berjalan mulus bagi Jawa Timur. Di final 100 meter putra KU-18, dua sprinter andalan mereka, Achmad Febrian Dwi Wibowo dan M. Suryo Agung, gagal naik podium.
Achmad Febrian mengalami cedera hamstring di tengah lomba dan hanya mampu finis dengan catatan 11,76 detik. Sementara itu, M. Suryo Agung finis keenam dengan waktu 11,33 detik setelah bersaing ketat di antara 40 pelari.
Nomor itu akhirnya dimenangi sprinter asal Malaysia. DKI Jakarta menyusul di posisi kedua, sedangkan Jawa Tengah merebut perunggu.
Evaluasi dan target Jawa Timur
Manajer Tim Atletik Jawa Timur, Agus Sujiyono, menilai raihan hari pertama menunjukkan pembinaan yang merata di banyak nomor. Ia juga menyebut capaian itu menjadi modal penting untuk menjaga peluang Jawa Timur dalam perebutan juara umum.
Agus mengakui cedera yang dialami Achmad Febrian membuat potensi tim belum sepenuhnya maksimal. Ia menyebut kondisi fisik dan pencegahan cedera perlu terus menjadi perhatian, terutama saat persaingan makin padat.
Di sisi lain, Agus tetap menegaskan semangat para atlet patut diapresiasi karena mampu membawa Jawa Timur memimpin klasemen sementara. Ia juga menargetkan Jawa Timur bisa memenuhi sasaran 13 medali emas dalam tiga hari berikutnya.
Persaingan makin terbuka
Kehadiran kontingen internasional seperti Malaysia membuat Indonesia Open U-18 dan U-20 semakin menarik dipantau. Persaingan di Rawamangun diperkirakan terus memanas hingga 30 Juni, saat banyak nomor masih akan dipertandingkan.
Di klasemen sementara per 27 Juni 2026, Papua Selatan berada di posisi ketiga dengan 3 emas, 0 perak, dan 2 perunggu, disusul Malaysia di peringkat keempat dengan 3 emas, 0 perak, dan 1 perunggu. Jawa Tengah menempati posisi kelima dengan 2 emas, 5 perak, dan 5 perunggu, sementara Jawa Barat ada di urutan keenam dengan 2 emas, 2 perak, dan 2 perunggu.
