Chery menegaskan posisinya sebagai pemimpin ekspor otomotif Tiongkok dengan mencatat pengiriman sebanyak 1,34 juta unit kendaraan sepanjang tahun 2025. Angka tersebut menjadikan Chery sebagai merek yang paling banyak mengekspor mobil roda empat dari Tiongkok selama 23 tahun berturut-turut.
Penjualan global Chery juga menunjukkan lonjakan signifikan dengan total mencapai 2,8 juta unit, meningkat 17,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Khusus pada bulan Desember, volume penjualan mencapai 244.928 unit, memperkuat posisi merek ini di pasar otomotif domestik dan internasional.
Kontribusi Beragam Model dan Sub-Merek
Keberhasilan ekspor Chery didukung oleh berbagai model dan sub-merek yang populer di konsumen global. Tiggo 8 tetap menjadi model bensin terlaris di Tiongkok selama sembilan tahun berturut-turut. Selain itu, sedan Arrizo 8 berhasil menjual lebih dari 450.000 unit sejak debutnya, menunjukkan daya tarik model sedan tradisional dari Chery.
Sub-merek premium Exeed memberikan kontribusi signifikan dengan penjualan mencapai lebih dari 120.000 unit. Exeed juga sedang bersiap memasuki pasar Indonesia, menunjang ekspansi merek di kawasan Asia Tenggara. Sementara itu, SUV Yaoguang C-DM Series telah dipasarkan di lebih dari 19 negara, menunjukkan performa global yang kuat.
Durasi keberhasilan pasar internasional semakin diperkuat oleh model Jetour yang menghadirkan SUV bergaya boxy dengan opsi mesin bensin dan plug-in hybrid (PHEV). Keberadaan lini iCar, yang dipasarkan dengan merek Jaecoo di Thailand, Malaysia, dan Rusia, juga menambah kekuatan ekspor Chery. Kerjasama dengan Huawei menghasilkan merek Luxeed yang menawarkan sedan mewah seperti R7 dan S7, memperluas segmen konsumen yang disasar.
Perkembangan Pasar Indonesia yang Menjanjikan
Indonesia menjadi salah satu pasar utama yang menunjukkan kinerja impresif untuk Chery. Data Gaikindo menunjukan angka penjualan retail Chery di Indonesia mencapai lebih dari 18.000 unit selama Januari hingga November, jauh lebih tinggi dibandingkan merek Tiongkok lain seperti Aion dan Geely.
Kestabilan penjualan di Indonesia disokong oleh peluncuran sejumlah model baru, terutama di segmen elektrifikasi. Chery menghadirkan varian Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) pada model Tiggo 8 CSH dan Tiggo 9 CSH. Selain itu, model hybrid Tiggo Cross CSH hadir sebagai produk terjangkau yang menempati kelas di bawah Tiggo 8.
Serial Omoda juga mengalami pembaruan dengan perubahan nama menjadi Chery C5 dan Chery E5 EV. Perubahan teknis yang minimal berhasil menjaga harga tetap kompetitif, memperkuat daya tarik produk di pasar domestik Indonesia yang sangat sensitif terhadap harga.
Pengaruh Strategi Diversifikasi Produk dan Internasionalisasi
Keberhasilan Chery tidak lepas dari strategi diversifikasi produk yang menyasar berbagai segmen konsumen dan kebutuhan pasar. Model bensin tradisional, hybrid, hingga plug-in hybrid ditawarkan secara bersamaan. Hal ini membantu Chery menjangkau konsumen dengan preferensi beragam di berbagai negara.
Ekspansi melalui sub-merek dan kemitraan strategis, seperti dengan Huawei, mendukung peningkatan kualitas dan inovasi produk. Pengenalan model premium dan kendaraan listrik menawarkan pilihan yang lebih menarik untuk konsumen kelas atas di pasar global.
Keberhasilan ekspor juga didukung oleh penetrasi pasar di wilayah Asia Tenggara, khususnya Indonesia, yang kini menjadi hub penting untuk penjualan kendaraan Chery. Data penjualan yang lebih tinggi dibandingkan merek Tiongkok pesaing menegaskan posisi Chery sebagai pemain dominan di segmen kendaraan elektrifikasi dan konvensional.
Dengan kapasitas produksi dan jaringan distribusi yang terus menguat, Chery diprediksi berkinerja positif dalam mempertahankan dan memperluas pangsa pasar global. Fokus pada inovasi produk dan penetrasi pasar baru menjadi kunci utama yang mendukung kelangsungan pertumbuhan perusahaan otomotif asal Tiongkok ini.





