Advertisement

BYD dan Xiaomi Masuk Empat Besar Raksasa Otomotif, Geser Posisi Porsche di Pasar Saham

Dinamika pasar otomotif global mengalami perubahan signifikan pada akhir tahun 2025. Dua perusahaan asal Tiongkok, BYD dan Xiaomi, berhasil menembus posisi empat besar raksasa otomotif dunia berdasarkan kapitalisasi pasar bursa saham global.

Tesla masih mengokohkan posisinya sebagai perusahaan otomotif dengan nilai pasar terbesar di dunia, mencapai sekitar US$1.495,69 miliar atau setara Rp23.172 triliun pada akhir 2025. Di posisi kedua, Toyota mempertahankan dominasinya dengan nilai pasar yang juga cukup besar.

Yang menarik, Xiaomi merebut posisi ketiga dengan kapitalisasi pasar sebesar US$131,49 miliar atau sekitar Rp2.038 triliun. Kesuksesan ini terbilang spektakuler mengingat Xiaomi baru beberapa tahun terakhir serius memasuki bisnis otomotif. Pendiri dan CEO Xiaomi, Lei Jun, menyatakan bahwa Xiaomi Auto menargetkan pengiriman 550.000 unit kendaraan pada tahun 2026, setelah berhasil mengirim lebih dari 410.000 unit sepanjang 2025.

BYD mengikuti di posisi keempat dengan nilai pasar sekitar US$130,23 miliar atau Rp2.021 triliun. Perusahaan ini mencatat penjualan kendaraan energi baru (NEV) sepanjang tahun 2025 mencapai 4,602 juta unit, termasuk 2,2567 juta unit kendaraan listrik berbasis baterai (BEV). Penjualan BYD ini bahkan melebihi penjualan mobil listrik milik Tesla dalam periode yang sama.

Dinamika 10 Besar Perusahaan Otomotif Dunia

Perubahan tak hanya terjadi di jajaran empat besar. Pada akhir tahun 2025, beberapa perusahaan otomotif global mengalami kenaikan peringkat. General Motors, Mercedes-Benz Group, dan BMW Group berhasil memperkuat posisi mereka di pasar modal dunia. Sebaliknya, Porsche harus rela terlempar dari daftar 10 besar, menandai pergeseran besar dalam lanskap industri.

Maruti Suzuki, produsen otomotif asal India, juga berhasil masuk ke dalam daftar 10 besar. Hal ini menjadi indikasi diversifikasi kekuatan otomotif global yang kian meluas dan kompetitif. Keberhasilan Maruti Suzuki menunjukkan munculnya pemain baru dari negara-negara berkembang yang mulai mengambil peran penting di panggung otomotif dunia.

Faktor-Faktor Kesuksesan BYD dan Xiaomi

Kenaikan BYD dan Xiaomi tidak terlepas dari tren kendaraan energi baru yang semakin pesat. Pemerintah berbagai negara terus mendorong adopsi kendaraan ramah lingkungan. BYD telah menguasai pasar kendaraan listrik dengan teknologi baterai dan model BEV yang sangat diminati.

Sementara itu, Xiaomi menggabungkan teknologi pintar dan inovasi digital dalam kendaraan listriknya. Xiaomi Auto memanfaatkan keunggulan dalam ekosistem teknologi, termasuk integrasi perangkat pintar dan layanan berbasis internet, untuk meningkatkan daya tarik produk.

Peran Kapitasi Pasar dalam Industri Otomotif

Kapitalisasi pasar menjadi indikator penting kekuatan dan kepercayaan investor terhadap perusahaan otomotif. Posisi Xiaomi dan BYD yang melampaui nama besar tradisional seperti Porsche menunjukkan perubahan paradigma yang terjadi. Selain performa penjualan, harapan akan inovasi dan perkembangan teknologi memainkan peran utama dalam penentuan nilai pasar.

Pergeseran ini juga mencerminkan perubahan preferensi konsumen dan tren digitalisasi industri otomotif. Perusahaan yang mampu beradaptasi dengan cepat terhadap transformasi energi dan teknologi cenderung lebih diprioritaskan oleh pasar modal dunia.

Prospek Otomotif Tiongkok di Kancah Global

Prestasi Xiaomi dan BYD menegaskan kekuatan industri otomotif Tiongkok yang semakin mendunia. Di satu sisi, mereka mengandalkan kapasitas produksi massal dan penetrasi pasar dalam negeri. Di sisi lain, inovasi produk dan teknologi canggih menjadi senjata untuk bersaing di pasar internasional.

Penetrasi mereka ke daftar empat besar ini juga menjadi sinyal bagi industri lain di Asia dan global bahwa masa depan otomotif semakin berorientasi pada elektrifikasi dan digitalisasi. Kesuksesan ini diprediksi akan memacu perusahaan otomotif lain untuk melakukan inovasi serupa agar bisa tetap kompetitif.

Kondisi pasar yang dinamis ini menjadi cerminan bagaimana industri otomotif global terus bergerak ke arah yang lebih ramah lingkungan dan berteknologi tinggi. Posisi BYD dan Xiaomi di jajaran perusahaan otomotif terbesar dunia memberikan gambaran jelas bahwa pengaruh raksasa otomotif tidak lagi terbatas pada merek-merek tradisional dari Barat dan Jepang, melainkan juga semakin menguat dari Asia, khususnya Tiongkok.

Berita Terkait

Back to top button