Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) tengah mempersiapkan pertemuan strategis dengan para agen pemegang merek (APM) untuk membahas target penjualan mobil pada tahun 2026. Pertemuan ini penting untuk mengevaluasi kinerja pasar otomotif sepanjang 2025 dan menyusun rencana penjualan yang realistis ke depan.
Data penjualan kendaraan di sepanjang 2025 menunjukkan tantangan signifikan. Hingga November 2025, distribusi kendaraan ke konsumen mencapai 739.977 unit, turun 8,4 persen dibandingkan periode yang sama pada 2024 yang sebesar 807.586 unit. Penurunan ini memaksa Gaikindo melakukan beberapa kali revisi target penjualan tahunan.
Awalnya, target penjualan nasional 2025 dipatok 900 ribu unit. Namun, melemahnya pasar membuat Gaikindo menurunkan target menjadi 800 ribu unit, kemudian kembali direvisi menjadi 780 ribu unit. Ketua Umum Gaikindo, Putu Juli Ardika, tetap optimistis target mendekati 800 ribu unit bisa tercapai menjelang penutupan tahun.
“Ya, dekat-dekat 800 ribu unit, lah. Diproyeksikan seperti itu, kita berusaha keras,” ujar Putu Ardika. Pernyataan ini menunjukkan tekad asosiasi untuk mencapai angka penjualan terbaik meski kondisi pasar menantang.
Pengaruh Pasar Otomotif Malaysia
Persaingan pasar otomotif di kawasan Asia Tenggara juga menjadi perhatian. Malaysia menunjukkan kinerja penjualan yang cukup impresif sepanjang 2025. Data dari Malaysian Automotive Association (MAA) menunjukkan penjualan kendaraan Malaysia hingga 11 bulan mencapai 727.836 unit, melampaui Indonesia yang tercatat 710.084 unit pada periode yang sama.
Pada November 2025, Malaysia berhasil mendistribusikan 72.509 unit kendaraan baru, dengan 67.308 unit untuk segmen penumpang dan 5.201 unit untuk segmen komersial. Target akhir tahun Malaysia diperkirakan mencapai 780 ribu unit, angka yang sama dengan proyeksi final Gaikindo.
Fakta ini menimbulkan perhatian karena pasar otomotif Malaysia mampu menunjukkan pertumbuhan solid walau di tengah kondisi global yang sulit. Perkembangan tersebut juga menjadi sinyal bagi pelaku industri otomotif Indonesia untuk memperkuat strategi pasar dan inovasi produk.
Evaluasi dan Strategi Gaikindo untuk 2026
Dalam pertemuan mendatang, Gaikindo akan membahas berbagai aspek yang mempengaruhi performa penjualan kendaraan, termasuk tren permintaan konsumen, kebijakan pemerintah, dan kondisi ekonomi makro. Evaluasi kinerja 2025 juga dipakai sebagai bahan untuk memperbaiki strategi pemasaran dan distribusi di tahun berikutnya.
Selain target angka penjualan, Gaikindo juga memfokuskan perhatian pada:
- Penyesuaian produk mengikuti kebutuhan pasar lokal dan tren global, seperti kendaraan ramah lingkungan dan teknologi listrik.
- Penguatan jaringan distribusi dan layanan purna jual untuk meningkatkan kepercayaan konsumen.
- Optimalisasi kolaborasi dengan pemerintah dalam kebijakan industri otomotif nasional.
- Adaptasi terhadap tren digitalisasi termasuk penjualan dan pemasaran secara online.
Ketua I Gaikindo, Jongkie D. Sugiarto, menyatakan bahwa meskipun data Desember 2025 masih belum lengkap, asosiasi akan mengambil keputusan yang seimbang berdasarkan kondisi pasar terkini. Penetapan target 2026 akan mempertimbangkan sejumlah variabel agar dapat mendorong stabilitas dan pertumbuhan industri otomotif nasional.
Dinamika Pasar dan Tantangan Mendatang
Tren penurunan penjualan kendaraan sepanjang 2025 diprediksi masih akan menjadi perhatian bagi seluruh pemangku kepentingan. Penurunan 8,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya menandai tekanan yang harus dihadapi. Selain itu, persaingan regional yang kian ketat dari Malaysia juga menjadi faktor eksternal yang perlu diantisipasi.
Namun, Gaikindo tetap optimistis dengan dukungan para APM dan pelaku industri bahwa target mendekati 800 ribu unit bisa dicapai dengan berbagai upaya bersama. Fokus pada inovasi produk dan pelayanan diharapkan bisa menjadi kunci pemulihan dan peningkatan penjualan di tahun-tahun mendatang.
Pertemuan lanjutan untuk menetapkan target tahun 2026 menjadi momen penting dalam menentukan arah perkembangan pasar otomotif Indonesia. Evaluasi menyeluruh dan komitmen semua pihak diharapkan mampu mendorong industri otomotif nasional menuju pertumbuhan yang lebih stabil dan berkelanjutan.





