Realme menghadapi tantangan besar seiring kenaikan harga komponen ponsel yang terus meningkat. Perusahaan memilih menyerap kenaikan biaya tersebut agar harga perangkat tidak langsung terbebani konsumen.
Menurut Francis Wong, Kepala Pemasaran Produk Realme, komponen penyimpanan dan memori menjadi lebih mahal karena permintaan yang melonjak. Kenaikan ini terutama dipacu oleh kebutuhan tinggi akan perangkat memori untuk pengolahan kecerdasan buatan (AI) dan infrastruktur cloud.
Strategi Realme Menghadapi Kenaikan Harga Komponen
Realme mengambil beberapa langkah penting untuk menanggulangi dampak kenaikan harga komponen:
- Mendistribusikan sumber pasokan komponen dari berbagai pemasok untuk mengurangi ketergantungan pada satu pihak.
- Mengoptimalkan desain produk agar lebih efisien dalam penggunaan komponen mahal.
- Meningkatkan koordinasi rantai pasok guna memastikan stok komponen tetap lancar dan ketersediaan terjaga.
Wong menegaskan bahwa Realme berusaha keras untuk tidak membebankan biaya tambahan ini kepada konsumen. Hal ini demi menjaga daya saing harga produk, termasuk seri terbaru seperti Realme GT 8 Pro yang baru diluncurkan di Tiongkok.
Faktor Penyebab Harga Komponen Meningkat
Ada empat faktor utama yang menurut Wong memicu kenaikan harga komponen:
- Permintaan tinggi akibat adopsi teknologi AI yang masif.
- Perubahan prioritas manufaktur yang mengalihkan fokus pada produk memori AI berkecepatan tinggi (HBM).
- Pergeseran kebijakan perdagangan internasional yang mempengaruhi distribusi komponen.
- Ketergantungan lebih tinggi pada manufaktur lokal yang masih menghadapi keterbatasan.
Pergeseran ini juga menyebabkan pabrikan NAND Flash, DRAM, dan SSD lebih fokus pada pengembangan memori berbandwidth tinggi untuk aplikasi AI daripada produksi untuk perangkat smartphone.
Dampak Rantai Pasok Global dan Produksi Lokal
Gangguan di rantai pasokan global semakin memperparah situasi kenaikan biaya. Perusahaan-perusahaan teknologi besar seperti Apple tengah memindahkan sebagian produksi ke India untuk diversifikasi, tetapi Realme menghadapi kendala karena sejumlah komponen kritis masih harus diimpor.
Meski Realme dikenal sebagai merek yang mendukung inisiatif “Make in India”, ketergantungan pada impor NAND dan DRAM membuat harga komponen mudah terpengaruh fluktuasi pasar global.
Dengan berbagai langkah mitigasi tersebut, Realme berusaha menjaga keseimbangan antara menjaga kualitas produk dan menahan lonjakan harga yang berpotensi memberatkan konsumen. Upaya ini menunjukkan komitmen Realme untuk tetap kompetitif di tengah dinamika industri teknologi yang cepat berubah.
