iQOO 15 Review: Ponsel Tanpa Hype yang Tampil Sempurna di Semua Aspek

iQOO 15 hadir dengan pendekatan yang berbeda dari pesaingnya. Smartphone ini tidak mengandalkan nama “Pro” atau desain yang mencolok. iQOO memilih untuk mempertahankan filosofi membuat perangkat yang solid tanpa terlalu mengikuti tren desain yang sedang populer.

Desain dan Tampilan yang Tidak Berlebihan
Varian Legend White yang diuji memang bukan yang paling menarik secara visual. Namun, warna “Lingyun” menghadirkan pola tinta merah di bagian belakang yang unik saat dilihat dari sudut tertentu. Pilihan warna hitam juga tersedia dengan bahan fiberglass yang membuat perangkat lebih ringan dan tipis. Modifikasi desain yang tetap sederhana ini membuat iQOO 15 tampil elegan tanpa harus mencolok. Lampu notifikasi berbentuk RGB di modul kamera hadir, tetapi warnanya cukup redup sehingga mudah terlewat saat siang hari.

Untuk layarnya, iQOO menggandeng panel Samsung M14 yang sama dengan yang digunakan iPhone 17 series. Panel ini memiliki tingkat kecerahan tinggi setelah penghilangan lapisan polarizer, memungkinkan tampilan layar yang cerah dan responsif terhadap perubahan cahaya berkat tiga sensor ambient light. Meski demikian, bezel bawah masih sedikit tebal dan kedalaman warna hitam tidak sedalam beberapa smartphone lain karena tanpa polarizer, meski sudah diimbangi dengan pelindung layar berlapis anti-refleksi.

Performa yang Kuat dan Stabil
Ditenagai Snapdragon 8 Elite Gen5, iQOO 15 bukan hanya sekadar smartphone biasa, melainkan siap untuk kebutuhan gaming. Penyesuaian performa dilakukan dengan cermat agar suhu tetap terkendali dan konsumsi daya efisien berkat desain motherboard satu lapis dan ruang uap pendingin yang besar. Peranti ini mampu mempertahankan frame rate stabil sekitar 45 FPS pada pengujian game berat. Fitur Q3 gaming chip membantu meningkatkan kualitas grafis, termasuk dukungan ray tracing yang meski masih terbatas pada beberapa game, menambah pengalaman visual lebih realistis.

Kualitas Kamera yang Lebih Baik dari Sebelumnya
Peningkatan signifikan terdapat pada kamera telefoto dengan sensor IMX882 yang mampu menangkap detail sangat tajam, bahkan setara dengan beberapa model Pro Max dari merek lain. Fokus otomatis masih kurang efektif pada jarak dekat kurang dari satu meter, sehingga perangkat akan beralih menggunakan crop dari kamera utama. Kamera utama dan ultra-wide dikatakan sama dengan iQOO 13, dengan mode foto default cenderung meningkatkan eksposur secara berlebihan. Namun, mode “Texture” memberikan hasil yang lebih natural dan sinematik untuk penggunaan sehari-hari. Kamera depan mendukung perekaman video 4K 60fps, tetapi kualitas indoor kurang memuaskan, sementara perekaman video belakang cukup standar untuk kelasnya.

Daya Tahan Baterai dan Pengisian Cepat
Baterai berkapasitas besar 7000mAh menawarkan waktu pakai yang kompetitif meskipun layar beresolusi tinggi digunakan. Pengisian daya dengan kabel mencapai 100W dan performa pengisian hampir setara dengan Redmi K90 Pro Max. Namun, pengisian nirkabel hanya 40W dan kompatibilitas PPS perangkat pihak ketiga mencapai 45W, masih kalah dari Xiaomi dan Redmi yang menjadi pemimpin kategori pengisian cepat.

iQOO 15 bisa dibilang perangkat yang sangat seimbang dan tanpa keunggulan atau kelemahan yang mencolok. Dengan harga yang masuk akal dan kualitas layar 2K 144Hz Samsung M14, ponsel ini merupakan pilihan yang solid. Filosofi desainnya menonjolkan performa dan fungsi yang konsisten, membuatnya menempati posisi unik di pasar di mana banyak pesaing lebih fokus memodifikasi nama dan tampilan demi tren sesaat. Jika Anda mencari ponsel yang handal tanpa harus buru-buru mengikuti hype berlebihan, iQOO 15 adalah opsi yang patut dipertimbangkan.

Exit mobile version