
Abidur Chowdhury, sosok di balik desain iPhone Air yang ikonik, telah meninggalkan Apple tidak lama setelah peluncuran produknya. Setelah enam tahun berkarya bersama tim desain industri Apple, ia memilih bergabung dengan sebuah startup yang bergerak di bidang kecerdasan buatan (AI).
Kepergian Chowdhury mengejutkan banyak penggemar Apple karena terjadi saat perusahaan tengah mengembangkan generasi kedua iPhone Air. Namun, perpindahan ini bukan disebabkan oleh performa iPhone Air di pasar yang dinilai relatif baik. Justru, karya desainnya mendapat apresiasi positif di dalam Apple.
Peralihan Fokus dari Desain Industri ke AI
Pergerakan talenta seperti Chowdhury ke ranah AI mencerminkan tren yang sedang berkembang di industri teknologi saat ini. Banyak desainer serta insinyur senior meninggalkan perusahaan besar seperti Apple demi tantangan baru di bidang kecerdasan buatan. Pergeseran ini terjadi sejak kepergian Jony Ive pada tahun 2019 yang menjadi tonggak perubahan besar di tim desain Apple.
Apple kini dihadapkan pada tantangan membangun identitas desain baru dengan tim yang berbeda dari era iPhone, iPad, dan Watch pertama kali diciptakan. Meski demikian, perusahaan tidak serta-merta menghambat pengembangan produk, terbukti dengan rencana peluncuran iPhone Air 2 yang sudah masuk tahap pengembangan untuk diluncurkan pada November mendatang.
Fakta Penting Mengenai Perpindahan Abidur Chowdhury
- Abidur Chowdhury merupakan desainer utama yang tampil dalam video peluncuran iPhone Air.
- Ia meninggalkan Apple beberapa bulan setelah produk resmi dirilis ke konsumen.
- Keputusannya bergabung dengan startup AI tidak terkait dengan penjualan iPhone Air.
- Apple tetap fokus melanjutkan pengembangan iPhone Air generasi kedua.
- Pergantian generasi desainer di Apple merupakan dampak lanjutan dari perubahan struktural sejak 2019.
Beralihnya talenta terkemuka dari raksasa teknologi ke startup AI menandai perubahan landscape inovasi hardware dan perangkat lunak. Sementara Apple terus mempertahankan fokus pada desain produk konsumen yang ikonik, mereka juga harus beradaptasi dengan dinamika sumber daya manusia yang terus berkembang.
Eksodus desainer berpengalaman seperti Chowdhury membuka peluang bagi wajah-wajah baru dalam tim desain Apple untuk menciptakan inovasi yang fresh dan relevan. Ini menjadi indikasi bahwa era desain Apple berikutnya akan berlandaskan visi serta pendekatan kreatif baru yang mungkin jauh berbeda dari yang sudah kita kenal selama ini.
Dengan perkembangan ini, penggemar Apple dan pengamat industri teknologi patut menaruh perhatian pada bagaimana Apple merespons perubahan ini sekaligus bagaimana pengaruh startup AI yang kini semakin banyak menarik perhatian para talenta terbaik di bidang teknologi.





