Menjelang akhir tahun 2025, pemerintah mulai mempercepat pencairan berbagai bantuan sosial kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di seluruh Indonesia. Bantuan seperti Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT), dan BLT Kesejahteraan (Kesra) Rp900 ribu mulai masuk ke rekening penerima dan siap untuk dicairkan.
Bank Negara Indonesia (BNI) menjadi salah satu penyalur bansos tercepat di antara bank Himbara, terutama bagi KPM yang menggunakan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) baru. Banyak KPM yang sudah aktif memakai KKS lebih dari satu bulan kini sudah melihat saldo bantuan masuk, menandakan proses pencairan sedang berjalan.
Di beberapa wilayah, seperti Bogor, KPM telah menerima dana gabungan dari pencairan Tahap 2 dan Tahap 3 PKH serta BPNT. Kondisi ini menciptakan harapan bagi KPM di daerah lain yang juga sedang menunggu jadwal pencairan bansos mereka. Proses ini diharapkan berjalan lancar hingga seluruh penerima mendapatkan haknya.
BLT Kesra sebesar Rp900 ribu kini juga mulai disalurkan melalui PT Pos Indonesia. Langkah ini menargetkan warga yang belum memiliki KKS maupun yang tinggal di daerah sulit dijangkau layanan perbankan. Dengan skema ini, bantuan tetap terdistribusi merata tanpa kendala akses.
KPM dengan KKS baru juga menantikan pencairan Tahap 4 PKH, yang akan digabungkan dengan BLT Kesra. Total bantuan akhir tahun ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarga yang membutuhkan menjelang pergantian tahun.
Selain bantuan tunai, pemerintah memberikan bantuan pangan berupa beras sebanyak 20 kg dan minyak goreng. Bantuan ini diprioritaskan untuk penerima BPNT atau Sembako yang masih tercatat aktif dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).
Penerimaan bantuan pangan dan tunai diharapkan meringankan beban KPM yang selama ini menghadapi tekanan kebutuhan pokok. Dengan paket bantuan ini, mereka bisa menyambut akhir tahun dengan lebih tenang dan memiliki tambahan modal untuk kebutuhan keluarga.
Berikut ini ringkasan jenis bantuan yang mulai dicairkan di penghujung tahun:
1. PKH (Program Keluarga Harapan) tahap 2, 3, dan tahap 4 yang akan segera turun.
2. BPNT berupa saldo non-tunai dan bantuan beras 20 kg serta minyak goreng.
3. BLT Kesra Rp900 ribu, khusus bagi KPM yang belum memiliki KKS, disalurkan melalui Pos Indonesia.
Percepatan penyaluran bansos ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memastikan seluruh anggaran bantuan sosial tersalurkan tepat waktu. Hal ini sangat penting agar KPM tidak mengalami keterlambatan bantuan di masa-masa kritis seperti akhir tahun.
Masyarakat diimbau agar tetap memantau perkembangan pencairan bansos melalui saluran resmi bank penyalur dan PT Pos Indonesia. Selain itu, KPM diharapkan memeriksa saldo dan jadwal pencairan secara berkala agar tidak kehilangan haknya.
Proses penyaluran bansos akhir tahun di tahun 2025 menunjukkan peningkatan efisiensi. Bank Himbara dan PT Pos Indonesia bekerja sama secara intensif supaya bantuan dapat diterima KPM tanpa hambatan, terutama di wilayah pelosok.
Dengan berbagai langkah ini, pemerintah berupaya menyediakan jaring pengaman sosial yang optimal. Bantuan sosial yang mencakup tunai dan pangan diharapkan dapat membantu menstabilkan ekonomi masyarakat kurang mampu di masa penutupan tahun anggaran.
Menjelang pergantian tahun, jutaan KPM sudah mulai menerima manfaat tersebut. KPM diminta tetap memanfaatkan bantuan ini secara bijak untuk kebutuhan keluarga dan kesejahteraan. Pemerintah sendiri berkomitmen terus meningkatkan kualitas penyaluran bansos agar tepat sasaran dan tepat waktu.
