Pemerintah Kabupaten Lombok Timur menutup tahun anggaran 2025 dengan capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) tertinggi dalam sepuluh tahun terakhir. Realisasi PAD mencapai hampir 99 persen dari target yang ditetapkan, sebuah pencapaian yang menunjukkan kemajuan pengelolaan keuangan daerah.
Sekretaris Daerah Lombok Timur, Muhammad Juaini Taofik, menjelaskan keberhasilan ini didukung oleh penerapan digitalisasi dalam pemungutan pajak dan retribusi. Wajib pajak kini dapat membayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) secara online melalui berbagai platform, termasuk marketplace seperti Tokopedia.
Digitalisasi ini memudahkan wajib pajak yang berada di luar daerah seperti Mataram, Bali, dan Jakarta untuk tetap melakukan pembayaran dengan nyaman. Menurut Juaini, kemudahan akses tersebut secara signifikan meningkatkan pendapatan daerah.
Selain keberhasilan PAD, Lombok Timur juga berhasil menyalurkan Surat Keputusan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) kepada 10.998 tenaga kerja. Mereka terbagi dalam tiga klaster, yaitu guru, tenaga kesehatan, dan tenaga teknis lain.
Bupati Lombok Timur, Haerul Warisin, memberi pesan kepada para PPPK untuk menjaga disiplin dan loyalitas. Ia menegaskan pentingnya pelayanan publik yang ramah dan profesional kepada masyarakat, meskipun yang diberikan hanya senyuman.
Pada tahun anggaran 2025, realisasi belanja daerah juga tercatat mencapai 98 persen. Keseimbangan antara pendapatan dan belanja daerah ini sesuai dengan arahan dari Kementerian Dalam Negeri.
Saldo akhir anggaran atau sisa lebih pembiayaan anggaran (Silpa) di Lombok Timur hanya sekitar satu persen. Angka tersebut menunjukkan pengelolaan keuangan yang efisien dan tertib administrasi.
Keberhasilan ini menegaskan posisi Lombok Timur sebagai daerah yang mampu memanfaatkan transformasi digital untuk pengelolaan keuangan. Langkah ini sekaligus meningkatkan efektivitas penerimaan dana daerah dalam rangka pembangunan lokal.
Data dari Pemerintah Kabupaten Lombok Timur menunjukkan bahwa inovasi pelayanan publik dan pengelolaan keuangan menjadi kunci keberhasilan capaian PAD tertinggi sepanjang sejarah daerah tersebut. Proses digitalisasi akan terus dikembangkan untuk mempertahankan momentum positif ini.
Baca selengkapnya di: mediaindonesia.com




