
Pelaku UMKM kini semakin cermat dalam menghitung kredit usaha yang aman untuk kebutuhan bisnis mereka. Tabel angsuran KUR BRI 2026 menjadi acuan agar pengambilan pinjaman tetap sejalan dengan kapasitas keuangan usaha.
Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI tahun 2026 menawarkan plafon pinjaman mulai dari Rp10 juta hingga Rp100 juta. Setiap nominal pinjaman menyediakan pilihan tenor 12, 24, hingga 36 bulan agar pelaku UMKM dapat menyesuaikan dengan kemampuan pembayaran bulanan.
Skema KUR BRI 2026 untuk UMKM
KUR BRI tetap berfokus mendukung sektor usaha mikro, kecil, dan menengah yang membutuhkan modal kerja ringan maupun tambahan investasi. Bunga pinjaman di bawah 7% per tahun dan cicilan tetap menjadikan KUR sebagai pilihan utama UMKM. Menurut data BRI dan penelusuran berbagai sumber resmi, berikut kisaran plafon dan tenor KUR BRI 2026 yang banyak dipilih pelaku UMKM:
- Plafon kredit: Rp10 juta – Rp100 juta
- Masa tenor: 12 bulan, 24 bulan, atau 36 bulan
Tabel Angsuran KUR BRI 2026 Pinjaman Rp10–100 Juta
Agar lebih mudah memahami simulasi cicilan, berikut ringkasan tabel angsuran KUR BRI tahun 2026 untuk beberapa nominal populer:
| Plafon Pinjaman | Tenor 12 Bulan | Tenor 24 Bulan | Tenor 36 Bulan |
|---|---|---|---|
| Rp10.000.000 | ± Rp880.000 | ± Rp460.000 | ± Rp320.000 |
| Rp25.000.000 | ± Rp2.200.000 | ± Rp1.150.000 | ± Rp800.000 |
| Rp50.000.000 | ± Rp4.400.000 | ± Rp2.300.000 | ± Rp1.600.000 |
| Rp75.000.000 | ± Rp6.600.000 | ± Rp3.450.000 | ± Rp2.400.000 |
| Rp100.000.000 | ± Rp8.800.000 | ± Rp4.600.000 | ± Rp3.200.000 |
Sumber data di atas didasarkan pada publikasi internal BRI serta simulasi pinjaman yang valid hingga tahun 2026. Tiap plafon pinjaman menawarkan fleksibilitas tenor agar cicilan bulanan tetap ringan sesuai kondisi bisnis.
Pertimbangan Membaca Tabel Angsuran Pinjaman
Banyak pelaku usaha kerap terkecoh hanya dengan jumlah plafon pinjaman yang besar. Faktanya, kemampuan membayar cicilan jauh lebih penting untuk menjaga kelancaran operasional usaha. Ahli keuangan UMKM menekankan agar cicilan bulanan maksimal 30–40% dari laba bersih per bulan. Jangan pernah menghitung porsi cicilan dari omzet kotor usaha. Selalu pastikan perencanaan keuangan sudah memperhitungkan pengeluaran operasional serta dana darurat.
Panduan Memilih Tenor Aman
Tenor pinjaman menentukan besarnya cicilan bulanan yang harus dibayarkan. Tenor 12 bulan mempercepat pelunasan tetapi cicilannya relatif besar. Sementara, pilihan tenor 24 atau 36 bulan menawarkan cicilan jauh lebih ringan, sehingga arus kas usaha tetap stabil. UMKM dengan margin laba tipis sangat disarankan memilih tenor maksimal agar bisnis tetap memiliki ruang bernapas untuk kebutuhan operasional lain.
Langkah Membaca dan Menggunakan Tabel Angsuran
- Tentukan jumlah pinjaman yang benar-benar dibutuhkan usaha.
- Cek cicilan bulanan di tabel angsuran sesuai tenor yang diinginkan.
- Bandingkan total cicilan dengan laba bersih usaha per bulan.
- Pilih tenor yang menjamin sisa arus kas tetap cukup untuk kebutuhan rutin dan cadangan.
Contoh: Jika seorang pelaku usaha mengambil KUR BRI Rp25 juta dengan tenor 36 bulan, cicilan per bulan sekitar Rp800.000. Asumsikan laba bersih usaha Rp3 juta per bulan, maka porsi cicilan sudah pas di bawah 30% dari laba.
Manfaat Tabel Angsuran KUR BRI 2026 Bagi Usaha
Tabel angsuran menjadi panduan penting untuk melakukan simulasi keuangan sebelum mengajukan kredit. Dengan data cicilan yang jelas, pelaku UMKM dapat lebih yakin menghindari pinjaman melebihi kapasitas pembayaran. Selain itu, perencanaan target omzet dan waktu balik modal juga bisa tersusun lebih realistis.
Dengan mengetahui rincian tabel angsuran sejak awal, pelaku UMKM dapat meminimalisir risiko gagal bayar dan menjaga kesinambungan usaha. Data angsuran pinjaman ini juga digunakan perbankan sebagai referensi utama saat proses approval kredit, sehingga pemohon diharapkan sudah memahami tanggung jawab pembayaran bulanan sebelum menandatangani perjanjian kredit.




