Tim medis dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) bersama relawan psikososial Fakultas Psikologi UI memberikan dukungan langsung kepada para penyintas bencana banjir dan longsor di Samar Kilang, Kabupaten Bener Meriah, Aceh. Meskipun medan sulit dan cuaca tidak bersahabat, mereka berhasil menjangkau ratusan korban dengan layanan medis dan dukungan psikososial yang menyeluruh.
Samar Kilang adalah salah satu wilayah terdampak yang mengalami isolasi cukup lama akibat rusaknya infrastruktur utama seperti akses jalan, pasokan air bersih, listrik, dan jaringan komunikasi. Kondisi ini memperburuk dampak medis dan psikologis yang dialami masyarakat setempat.
Dukungan Psikososial Terstruktur di Tengah Isolasi
Dr. Endang Mariani, M.Psi., Ketua Tim Dukungan Psikososial UI Peduli, mengungkapkan bahwa meski fisik bangunan masyarakat relatif aman, hilangnya sebagian lahan pertanian menyebabkan tekanan psikologis cukup signifikan. Beberapa penyintas mengalami gangguan kesehatan mental yang bervariasi dari ringan hingga berat. Pendekatan psikososial terstruktur ternyata sangat membantu, terutama dalam kegiatan yang awalnya dirancang untuk anak-anak tetapi juga berdampak positif bagi ibu-ibu sebagai sarana pengurangan stres.
Dr. Endang menjelaskan, pelaksanaan dukungan di TPA Rata Mulie telah mendorong partisipasi aktif dan antusias dari berbagai kalangan, menjadi ruang rekreasi sekaligus terapi psikologis yang dibutuhkan pascabencana. Ini membuktikan pentingnya penanganan kesehatan mental yang terencana dan terukur pada korban bencana.
Layanan Medis dan Kesehatan Mental Berbasis Tim Multidisiplin
Ketua Tim Medis FKUI, Dr. dr. Riyadh Firdaus, Sp.An. KNA, menyatakan bahwa pengobatan massal dan kunjungan rumah yang dilakukan tim mampu menjangkau setidaknya 180 pasien. Beberapa di antaranya mengalami gejala psikosomatis, yakni gangguan kesehatan fisik yang dipicu oleh masalah psikologis. Ini menandai pentingnya penguatan layanan yang mengintegrasikan aspek medis fisik dan mental.
Selain dokter spesialis, turut serta pula dokter residen dari berbagai bidang, memastikan pendekatan komprehensif bagi penyintas. Kondisi ini menggarisbawahi keterkaitan erat antara kesehatan fisik dan kesehatan mental pascabencana. Penanganan yang holistik menjadi kunci pemulihan optimal.
Respons dan Apresiasi dari Pihak Lokal
Kepala UPTD Puskesmas Samar Kilang, Rizal, SKM, MKM, memberikan penghargaan khusus kepada tim FKUI dan relawan yang menjadi kelompok pertama yang mengunjungi wilayah ini setelah akses mulai terbuka. Ia mengakui betapa beratnya medan yang harus dilalui, termasuk perjalanan dengan motor trail dan terkadang pendaratan heli yang terhambat cuaca buruk.
Kehadiran tim dianggap krusial tidak hanya dalam hal medis, tetapi juga dalam memulihkan kesejahteraan psikologis masyarakat yang terdampak. Bantuan berupa logistik, obat-obatan, pompa air tenaga surya, dan perangkat komunikasi satelit Starlink menambah efektivitas intervensi.
Program Berkelanjutan dan Sinergi Antar Lembaga
Direktur Direktorat Pengabdian Masyarakat dan Inovasi Sosial UI, Dr. L.G. Saraswati Putri, S.S., M.Hum., menyatakan komitmen UI untuk melanjutkan langkah-langkah pemulihan secara berkelanjutan. Program yang disiapkan tidak hanya bersifat darurat, tetapi juga berfokus pada pembangunan kembali kapasitas sosial dan kesehatan mental masyarakat pascabencana.
Sinergi dengan BNPB, Pemerintah Kabupaten Bener Meriah, Dinas terkait, serta Koramil dan berbagai mitra lokal menjadi pondasi kuat agar bantuan dapat berjalan efektif dan tepat sasaran. Rekomendasi hasil misi tim FKUI dan UI Peduli akan menjadi acuan pengembangan program ke depan.
Langkah Strategis Penanganan Psikososial bagi Penyintas Bencana
- Melakukan pendampingan psikososial terstruktur dengan melibatkan berbagai segmen usia.
- Melaksanakan pengobatan massal dan kunjungan rumah untuk mengidentifikasi kebutuhan kesehatan fisik dan mental.
- Menggunakan teknologi komunikasi modern seperti Starlink untuk menunjang koordinasi di wilayah tertutup.
- Memberikan bantuan logistik terpadu yang mencakup kebutuhan dasar dan alat alternatif (pompa air tenaga surya).
- Menyiapkan program lanjutan pascapemulihan berbasis data lapangan dan hasil evaluasi psikososial.
Upaya ini menunjukkan bahwa penanganan pascabencana harus melibatkan berbagai disiplin ilmu dan pendekatan inklusif agar membantu penyintas tidak hanya secara fisik, tetapi juga mendukung kesehatan mental dan kualitas hidup mereka ke depan. Tim medis dan psikososial FKUI bersama relawan UI membuktikan bahwa keberlanjutan perhatian dan dukungan dibutuhkan untuk mempercepat pemulihan masyarakat terdampak di Samar Kilang.
Baca selengkapnya di: mediaindonesia.com




