Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kalimantan Tengah mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem yang berpeluang terjadi selama sepekan ke depan. Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan karena hujan sedang hingga lebat dapat disertai angin kencang dan petir hampir di seluruh wilayah provinsi tersebut.
Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Tjilik Riwut Palangka Raya, Neng Arini N P, menyatakan bahwa cuaca ekstrem berpotensi menimbulkan dampak hidrometeorologi serius seperti banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang. Wilayah yang berisiko meliputi Kabupaten Kotawaringin Barat, Kotawaringin Timur, Sukamara, Lamandau, Seruyan, Katingan, Gunung Mas, Murung Raya, Barito Utara, Barito Selatan, Barito Timur, Kapuas, Pulang Pisau, serta Kota Palangka Raya.
Fenomena cuaca ekstrem ini dipicu oleh aktifnya gelombang Rossby ekuatorial yang terpantau di wilayah Kalimantan. Selain itu, terdapat area konvergensi angin atau perlambatan kecepatan angin yang membantu pertumbuhan awan hujan. Kondisi ini didukung kelembaban udara tinggi dan labilitas atmosfer lokal yang kuat sehingga meningkatkan peluang pembentukan awan hujan intensitas sedang hingga lebat.
BMKG mengingatkan masyarakat untuk mengenali tanda-tanda cuaca ekstrem dengan memperhatikan kemunculan awan konvektif atau Cumulonimbus (CB). Awan berwarna gelap dan menjulang tinggi ini biasanya menjadi pertanda hujan deras disertai angin kencang dan petir. “Jika melihat pertumbuhan awan CB, segera cari tempat berlindung aman dan hindari berteduh di bawah pohon,” ujar Neng Arini.
Suhu udara di Kalimantan Tengah diperkirakan berkisar antara 23 hingga 33 derajat Celsius. Kelembaban udara berada pada rentang 60 hingga 100 persen, dengan angin bertiup dari arah timur laut hingga utara pada kecepatan 5–20 kilometer per jam. BMKG mengimbau masyarakat untuk menghindari area terbuka dan benda tinggi seperti papan reklame saat hujan lebat dan petir melanda.
Berikut beberapa langkah kesiapsiagaan yang dapat dilakukan warga:
1. Segera berlindung di dalam rumah atau bangunan kokoh jika terjadi hujan lebat disertai angin kencang.
2. Hindari berteduh di bawah pohon atau di dekat papan reklame yang rentan tumbang.
3. Pantau informasi cuaca terkini melalui laman resmi BMKG, aplikasi BMKG, dan media sosial BMKG.
4. Waspadai potensi banjir di kawasan rawan dan siapkan rencana evakuasi jika diperlukan.
5. Pastikan saluran air dan selokan di lingkungan rumah tetap bersih agar tidak menyumbat saat hujan.
BMKG juga terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait untuk melakukan pemantauan cuaca secara intensif. Informasi terbaru akan disampaikan secara berkala agar masyarakat dapat mengambil tindakan antisipasi lebih awal. Dengan kewaspadaan yang meningkat, risiko kerugian akibat cuaca ekstrem dapat diminimalkan.
Masyarakat diharapkan selalu sigap dan waspada terhadap perubahan cuaca mendadak selama masa potensi cuaca ekstrem ini berlangsung. Tindakan preventif dan pemahaman terhadap tanda cuaca buruk sangat penting demi menjaga keselamatan dan kelancaran aktivitas sehari-hari di Kalimantan Tengah.
Baca selengkapnya di: www.suara.com




