5 Alat Berat Unggulan Polri untuk Percepat Pemulihan Pasca Bencana di Sumatera

Polri mengerahkan puluhan alat berat untuk mempercepat pemulihan daerah terdampak banjir bandang dan bencana hidrometeorologi di Sumatera. Langkah ini bertujuan membuka akses vital agar kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat dapat berjalan normal kembali.

Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko, Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, menyatakan bahwa banyak rumah dan permukiman warga tertimbun lumpur serta material banjir. Kondisi tersebut membutuhkan penanganan cepat agar masyarakat dapat segera beraktivitas kembali.

Polri telah menyiapkan sebanyak 86 unit alat berat dan 18 unit dump truck yang disebar di wilayah Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara. Alat berat digunakan untuk membersihkan lumpur, membuka akses jalan dan jembatan, serta menormalisasi aliran sungai yang terdampak bencana.

Fokus utama penanganan tidak sebatas membuka akses jalan, tetapi juga memastikan sekolah, tempat ibadah, fasilitas publik, dan permukiman warga dapat digunakan kembali. Pemulihan secara menyeluruh menjadi prioritas agar aktivitas masyarakat bisa kembali berjalan lancar.

Di Aceh, alat berat dikerahkan di sejumlah kabupaten seperti Pidie Jaya, Aceh Utara, hingga Aceh Tenggara. Total 27 unit alat berat beroperasi untuk membuka desa yang terisolasi, membersihkan rumah, memperkuat tanggul sungai, dan mengamankan harta warga.

Sementara di Sumatera Barat, terdapat 12 unit alat berat dan 10 dump truck yang dimanfaatkan dalam pembukaan akses transportasi serta pembersihan fasilitas umum di Padang Pariaman, Agam, dan Pasaman Barat. Jalur distribusi logistik juga menjadi perhatian utama untuk diperbaiki.

Di Sumatera Utara, 47 unit alat berat ditempatkan di wilayah seperti Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, dan Sibolga. Mereka difokuskan membuka jalan akibat longsor dan memulihkan konektivitas antarwilayah yang sempat terputus.

Brigjen Trunoyudo mengapresiasi ketabahan masyarakat dalam menghadapi musibah dan mengajak seluruh elemen masyarakat serta relawan bersinergi dalam proses pemulihan. Kerja sama akan mempercepat dan memperkuat tahap rehabilitasi pascabanjir.

Penanganan yang terkoordinasi dan didukung alat berat memegang peran penting dalam restorasi pascabencana. Progres pemulihan ini diharapkan mampu mengembalikan kondisi sosial ekonomi warga secara bertahap di wilayah Sumatera yang terdampak.

Baca selengkapnya di: www.beritasatu.com
Exit mobile version