PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI mengambil peran strategis dalam percepatan pemulihan pascabencana di Aceh. Melalui Danantara Indonesia dan payung program BUMN Peduli, BRI mendukung pembangunan Hunian Sementara (Huntara) bagi masyarakat terdampak di Kabupaten Aceh Tamiang.
Pembangunan Huntara ini dimulai pada akhir Desember 2025 dan menargetkan pembangunan 600 unit pada tahap awal. Unit hunian tersebut akan diserahkan kepada pemerintah daerah pada Januari 2026 untuk segera didistribusikan ke keluarga yang membutuhkan. Selanjutnya, pembangunan akan dilanjutkan dengan target mencapai 15.000 unit dalam tiga bulan ke depan guna memenuhi kebutuhan hunian layak bagi korban bencana secara signifikan.
Standar Hunian Layak dan Fasilitas Penunjang
Setiap Huntara dibangun dengan standar hunian darurat yang aman dan nyaman. Hunian ini dilengkapi dengan pasokan air bersih, fasilitas sanitasi, sambungan listrik, serta layanan kesehatan. Selain itu, area Huntara menyediakan fasilitas umum seperti klinik kesehatan, taman bermain anak, serta jaringan internet dan listrik tanpa biaya untuk menunjang aktivitas sosial masyarakat.
Kolaborasi BUMN dalam Pembangunan Huntara
Pembangunan Huntara merupakan hasil sinergi sejumlah BUMN. PT Perkebunan Nusantara III menyediakan lahan pembangunan, sementara tujuh BUMN konstruksi seperti PT Hutama Karya, PT Waskita Karya, dan lainnya mengerjakan pembangunan dengan metode modular dan percepatan konstruksi. Dukungan infrastruktur dasar juga diperkuat oleh PT PLN (Persero) untuk listrik dan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk untuk konektivitas komunikasi. Dari sisi pembiayaan dan logistik, Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) termasuk BRI turut mengawal percepatan pembangunan ini.
Peran Kunci BUMN dan Sinergi Lapangan
Chief Executive Officer Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, menyatakan bahwa kerja keras dan sinergi lintas sektor menjadi kunci pencapaian target pembangunan Huntara tepat waktu. Pembangunan ini bukan hanya solusi sementara, tapi menjadi jembatan menuju hunian permanen dan pemulihan ekonomi yang berkelanjutan. Kepedulian sosial menjadi pondasi utama, bukan hanya aspek bisnis.
Chief Operating Officer Danantara Indonesia, Dony Oskaria, menambahkan bahwa disiplin eksekusi serta koordinasi erat antara BUMN, pemerintah daerah, dan kementerian menjaga kelancaran progres pembangunan di lapangan sesuai jadwal ketat.
Presiden RI Prabowo Subianto, saat meninjau langsung pembangunan Huntara pada 1 Januari 2026, menegaskan bahwa negara harus cepat dalam meringankan penderitaan warga. Menurutnya, pencapaian pembangunan 600 unit Huntara dalam waktu singkat menunjukkan kerja sama yang luar biasa antar berbagai pihak.
Dukungan Komprehensif BRI dalam Pemulihan Pascabencana
Corporate Secretary BRI Dhanny menuturkan bahwa dukungan BRI di program Huntara merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mempercepat pemulihan masyarakat terdampak bencana di Sumatra. BRI sebelumnya juga menjalankan 40 aksi tanggap darurat di wilayah ini dengan penyediaan posko bencana, distribusi bahan pokok, survival kit, dan perlengkapan kebutuhan mendesak lainnya.
Selain logistik, BRI Group memberikan dukungan fasilitas kesehatan, kebersihan, dan program Trauma Healing bagi anak-anak korban bencana. Penyaluran air bersih dan alat kesehatan turut menjadi fokus utama untuk meringankan beban warga.
Fasilitas Pendukung Hidup Layak dan Penguatan Sosial
Huntara tak hanya tempat berteduh, tapi juga rumah transisi yang layak dengan fasilitas pendukung seperti mushola, toilet, dan fasilitas umum lainnya. Kehadiran Huntara diharapkan membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasar tempat tinggal sembari menunggu hunian permanen. Sarana rekreasi dan layanan sosial yang hadir di kawasan ini juga mendukung stabilitas psikologis dan aktivitas keseharian warga terdampak.
Pembangunan Huntara di Aceh Tamiang menjadi contoh nyata bagaimana sinergi sektor publik dan BUMN dapat mempercepat pemulihan pascabencana melalui inovasi, percepatan eksekusi, dan komitmen kemanusiaan yang kuat. Diharapkan kehadiran proyek ini memberikan harapan serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat dalam masa transisi yang krusial.
Baca selengkapnya di: mediaindonesia.com




