Advertisement

Produksi Padi di Jawa Tengah Diperkirakan Tumbuh Signifikan, Dorong Ketahanan Pangan Lokal

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memperkirakan produksi padi pada tahun 2026 akan meningkat sebesar 5,5% dibandingkan tahun sebelumnya. Proyeksi ini merupakan bagian dari upaya penguatan peran Jateng sebagai lumbung pangan nasional yang vital bagi ketahanan pangan di Indonesia.

Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jawa Tengah, Defransisco Dasilva Tavares, menyampaikan bahwa produksi padi pada tahun 2025 mencapai 11,36 juta ton gabah kering panen (GKP). Jumlah ini setara dengan 9,38 juta ton gabah kering giling (GKG), dan diharapkan meningkat signifikan pada 2026.

Peran Strategis Jawa Tengah dalam Ketahanan Pangan Nasional

Jawa Tengah menyumbang sekitar 15 sampai 16 persen dari kebutuhan pangan nasional. Defransisco menegaskan bahwa kontribusi provinsi ini bahkan bisa lebih dari angka tersebut. Dengan target produksi padi sebesar 12 juta ton GKP pada 2026, Jawa Tengah berpotensi melampaui provinsi lain seperti Jawa Barat dan Jawa Timur.

Kenaikan produksi padi ini dapat membantu memastikan ketersediaan pangan di tingkat nasional, apalagi Jateng menjadi penyangga pangan nasional yang penting. Pemprov Jateng optimis capaian ini akan mendukung swasembada pangan secara lebih luas.

Surplus Komoditas Pangan Utama di Jawa Tengah

Selain padi, Jawa Tengah juga mengalami surplus pada delapan dari sembilan komoditas pangan utama. Komoditas yang surplus antara lain jagung, cabai, bawang, tebu, kelapa, kopi, dan kakao. Namun, kedelai menjadi satu-satunya komoditas yang masih belum surplus meskipun produksi kedelai di Jateng adalah yang tertinggi di Indonesia.

Menurut Defransisco, pengembangan kedelai menghadapi tantangan agroklimat khusus yang membutuhkan keseimbangan air. Petani kedelai perlu pendampingan khusus agar produksi kedelai dapat meningkat sesuai target tanpa risiko kegagalan panen.

Dukungan Pemerintah Provinsi untuk Ketahanan Pangan

Pemprov Jawa Tengah melalui Wakil Gubernur Taj Yasin menekankan peran serta pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional. Berbagai langkah diambil termasuk pengalokasian anggaran daerah untuk pembangunan infrastruktur pertanian dan penguatan kelembagaan petani.

Tujuannya adalah meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus memastikan masyarakat dapat menikmati hasil pertanian dengan harga yang wajar. Kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan petani menjadi kunci keberhasilan menjaga ketahanan pangan di Jawa Tengah dan secara nasional.

Dengan target produksi padi yang terus meningkat dan dukungan kuat dari pemerintah, Jawa Tengah diharapkan dapat terus memperkuat posisinya sebagai lumbung pangan yang stabil dan berkelanjutan. Upaya ini menjadi bagian dari strategi nasional dalam menghadapi tantangan ketahanan pangan ke depan.

Baca selengkapnya di: mediaindonesia.com

Berita Terkait

Back to top button