Pemkot Bandung Siapkan Solusi Biotank untuk Warga yang Belum Punya Septic Tank

Pemerintah Kota Bandung tengah menghadapi tantangan terkait sanitasi lingkungan di sejumlah wilayahnya. Khususnya di Kelurahan Pasirjati dan Pasanggrahan, ditemukan puluhan rumah warga belum memiliki septic tank layak. Kondisi ini menimbulkan risiko pencemaran lingkungan dan potensi gangguan kesehatan masyarakat setempat.

Sebanyak 84 rumah di RW 10 Kelurahan Pasirjati dan 38 rumah di RW 15 Kelurahan Pasanggrahan tercatat tidak memiliki septic tank yang memenuhi standar. Untuk mengatasi hal ini, Pemkot Bandung memilih solusi berbeda sesuai karakteristik wilayah masing-masing.

Solusi Biotank untuk Sanitasi Ramah Lingkungan
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menyampaikan bahwa teknologi biotank akan diterapkan terutama untuk rumah warga di Pasanggrahan. Biotank menjadi alternatif septic tank individual yang lebih praktis dan ramah lingkungan. Sistem ini menggunakan cairan khusus untuk melarutkan kotoran, sehingga tidak perlu pengosongan secara berkala seperti septic tank konvensional.

Farhan mengajak warga yang belum memiliki septic tank agar segera melapor melalui ketua RW. Pemerintah Kota menyiapkan upaya pembangunan septic tank secara komunal maupun perorangan sesuai kebutuhan. “Kami akan melakukan penanganan langsung, supaya limbah rumah tangga tidak dibuang secara sembarangan dan mencemari lingkungan,” ujarnya.

Penanganan Akses Jalan Akibat Longsor di Pasanggrahan
Selain persoalan sanitasi, di Kelurahan Pasanggrahan juga terdapat masalah akses jalan yang putus akibat longsor pada 2022. Longsor ini mengganggu aktivitas warga, khususnya akses menuju area pertanian dan lahan sawah di sekitar lokasi.

Pemerintah Kota Bandung telah merancang desain jalan baru yang memperhatikan aspek mitigasi bencana. Reboisasi menjadi langkah prioritas untuk memperkuat lereng dan mencegah longsor susulan, khususnya di bagian barat yang menjadi titik utama pergerakan tanah.

Wali Kota menegaskan pembangunan jalan akan mengintegrasikan konektivitas wilayah dan kelestarian lingkungan. Dengan demikian, akses menuju kawasan pertanian seperti Sain Farm bisa kembali normal tanpa mengorbankan faktor keselamatan dan kelestarian alam.

Langkah Strategis Pemkot Bandung dalam Perbaikan Sanitasi dan Infrastruktur

  1. Pendataan rumah yang belum memiliki septic tank layak.
  2. Penerapan teknologi biotank untuk rumah warga dengan keterbatasan lahan.
  3. Pembangunan septic tank komunal di wilayah yang memungkinkan.
  4. Penguatan koordinasi dengan ketua RW untuk pelaporan dan pelaksanaan.
  5. Perancangan dan pembangunan akses jalan baru dengan mitigasi bencana.
  6. Reboisasi untuk memperkuat stabilitas lereng dan mencegah longsor susulan.

Pemkot Bandung menunjukkan komitmen dalam menanggulangi permasalahan sanitasi yang berpotensi mencemari lingkungan dan mengancam kesehatan warga. Inovasi teknologi biotank dan pendekatan lingkungan dalam pembangunan infrastruktur menjadi contoh nyata penanganan masalah perkotaan yang efektif dan berkelanjutan. Pemerintah juga mendorong partisipasi aktif masyarakat agar setiap rumah memiliki fasilitas sanitasi yang baik demi kualitas hidup yang lebih sehat dan aman.

Baca selengkapnya di: mediaindonesia.com

Berita Terkait

Back to top button