Aksi tawuran antar remaja di Sukmajaya, Depok, kembali menimbulkan korban jiwa pada Rabu dini hari, 7 Januari 2026. Insiden ini bermula dari saling ejek di media sosial yang berujung pertemuan fisik antara dua kelompok pemuda.
Polres Metro Depok segera merespons kejadian tersebut dengan mengamankan tujuh tersangka yang diduga terlibat langsung dalam tawuran tersebut. Kasat Reskrim Polres Metro Depok, AKB Made Gede Oka Utama, menjelaskan bahwa kedua kelompok sepakat bertemu lewat Instagram sebelum tawuran terjadi.
Pelaku Masih di Bawah Umur
Penyelidikan bersama antara Polres Metro Depok dan Polsek Sukmajaya membawa hasil cepat. Dalam kurun waktu kurang dari 24 jam, tujuh pelaku diamankan, termasuk mereka yang melakukan penganiayaan dan juga rekan korban. Sayangnya, sebagian besar pelaku masih berstatus di bawah umur.
Sebelum bentrokan, kedua belah pihak sudah terlibat saling provokasi di jagat maya, dengan intensitas ejekan yang memanas. “Mereka telah saling membuat janji lewat media sosial dan sudah melakukan persiapan,” ungkap Made Gede.
Korban Mengalami Luka Parah akibat Senjata Tajam
Korban tewas setelah mengalami luka parah akibat bacokan senjata tajam. Walau korban sempat mendapat perawatan medis, nyawa tidak dapat terselamatkan. Dari hasil pemeriksaan awal, luka bacokan tembus dari bagian punggung ke depan tubuh korban.
Petugas menyita sejumlah barang bukti berupa celurit dan pedang yang digunakan para pelaku. Beberapa senjata tersebut sempat dibuang atau disembunyikan di rumah untuk menghindari penangkapan.
Pengejaran Pelaku Lain Terus Dilakukan
Meski tujuh pelaku sudah diamankan dan menjalani pemeriksaan di Polsek Sukmajaya, pihak kepolisian masih mencari tersangka lain yang diduga melarikan diri saat penangkapan. Penyidik menegaskan bahwa kasus ini belum selesai dan akan terus dikembangkan.
Polisi juga mengingatkan para orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak-anak mereka di media sosial. Pencegahan terhadap provokasi secara daring menjadi penting agar tragedi serupa tidak kembali terjadi.
Berbagai tindakan cepat kepolisian menunjukkan komitmen untuk mengurangi tawuran yang masih marak terjadi di kalangan remaja. Namun, penanganan juga perlu didukung oleh peran aktif keluarga dan masyarakat agar konflik di dunia maya tak berujung pada kekerasan fisik.
Baca selengkapnya di: www.medcom.id




