Update Terkini Situasi Bencana di NTB: Fakta dan Penanganan Terbaru yang Perlu Diketahui

Sejumlah wilayah di Nusa Tenggara Barat (NTB) kembali dilanda bencana alam berupa banjir dan angin kencang pada Selasa, 13 Januari 2024. Bencana ini melanda empat kabupaten yakni Lombok Tengah, Lombok Barat, Dompu, dan Bima, menyebabkan kerusakan dan kerugian bagi warga setempat.

Di Kabupaten Lombok Tengah, banjir terjadi di Desa Montong Ajang dan Desa Kabul, Kecamatan Praya Barat Daya, sekitar pukul 19.30 WITA. Tingginya intensitas hujan yang berlangsung lama menjadi penyebab utama banjir yang masih menggenangi permukiman warga di dua desa tersebut. Sampai saat ini proses pendataan dampak banjir masih berlangsung.

Sementara itu di Lombok Barat, banjir melanda Desa Persiapan Pengantap dan Desa Persiapan Blongas di Kecamatan Sekotong dari pukul 15.00 sampai 19.00 WITA. Intensitas hujan tinggi disertai angin kencang menyebabkan air sungai meluap hingga merendam 570 kepala keluarga (1.711 jiwa) di Desa Persiapan Pengantap. Tragisnya, satu warga berusia 69 tahun bernama Nurinah meninggal dunia akibat kejadian ini.

Kepala Pelaksana BPBD NTB, Sadimin, menyatakan kebutuhan mendesak saat ini meliputi terpal, matras, makanan siap saji, beserta perlengkapan bayi. Di beberapa titik banjir sudah mulai surut namun bantuan tetap dibutuhkan untuk penanganan lebih lanjut.

Selain banjir, angin kencang juga menyebabkan kerusakan di Kabupaten Dompu, tepatnya di Desa Lasi, Kecamatan Kilo sekitar pukul 10.30 WITA. Angin merusak satu unit rumah warga, lapak dagangan, serta mematikan dua ekor kambing milik warga setempat. Satu kendaraan roda dua juga rusak berat akibat terpaan angin.

Beberapa kebutuhan mendesak di lokasi ini adalah terpal sebagai penutup sementara atap rumah serta material untuk perbaikan rumah yang terdampak. Kondisi saat ini sudah dianggap kondusif oleh tim penanganan bencana.

Di Kabupaten Bima, angin kencang melanda delapan desa yang tersebar di Kecamatan Wera dan Tambora antara pukul 10.00 hingga 11.20 WITA. Enam kepala keluarga di Desa Tawali terdampak, dengan total enam unit rumah mengalami kerusakan baik sedang maupun berat. Kerugian diperkirakan mencapai Rp5 juta.

Desa Sangiang mengalami satu unit rumah rusak berat dengan kerugian sekitar Rp20 juta. Beberapa kejadian lainnya mencakup mobil tertimpa pohon di Desa Ntoke, garasi mobil rusak di Desa Oi Tui, serta pohon tumbang yang menghambat arus lalu lintas di Desa Wora.

Tim gabungan dari BPBD, TNI, Polri, unsur desa, dan masyarakat kini tengah melakukan penanganan di lokasi terdampak. Mereka fokus pada evakuasi dan perbaikan kondisi awal agar warga bisa beraktivitas normal kembali.

Pemerintah dan BPBD NTB menghimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi curah hujan tinggi dan angin kencang yang dapat datang tiba-tiba. Kebersihan dan pengelolaan aliran air juga harus diperhatikan agar risiko bencana dapat diminimalkan di musim hujan ini.

Berikut ringkasan kondisi bencana yang terjadi di wilayah NTB pada 13 Januari 2024:

1. Lombok Tengah: Banjir di Desa Montong Ajang dan Desa Kabul, masih berlangsung pendataan dampak.
2. Lombok Barat: Banjir di Desa Persiapan Pengantap (1.711 jiwa terdampak) dan Desa Persiapan Blongas (1 korban meninggal).
3. Dompu: Angin kencang merusak rumah, lapak, dan hewan ternak di Desa Lasi.
4. Bima: Angin kencang menyebabkan rusaknya rumah, pohon tumbang, hambatan lalu lintas di delapan desa.

Masyarakat diimbau untuk selalu mengikuti informasi terbaru dari BPBD dan aparat terkait agar dapat mengantisipasi risiko bencana secara efektif. Penanganan dan mitigasi bencana terus dilakukan agar dampak yang lebih luas dapat dicegah.

Baca selengkapnya di: mediaindonesia.com

Berita Terkait

Back to top button