Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Ditjen Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri melakukan langkah konkret mempercepat pemulihan layanan administratif kependudukan (Adminduk) di wilayah terdampak bencana di Aceh. Kegiatan ini difokuskan di Kabupaten Aceh Tamiang, Kabupaten Aceh Timur, Kabupaten Aceh Utara, dan Kota Langsa dengan menggelar serangkaian kegiatan jemput bola dan penyaluran sarana prasarana pendukung layanan Adminduk.
Kunjungan kerja yang dipimpin langsung oleh Dirjen Dukcapil Teguh Setyabudi berlangsung selama empat hari, dari 12 sampai 15 Januari 2026. Tim juga melakukan peninjauan layanan di kantor Disdukcapil dan posko di lapangan, serta mengadakan dialog dengan kepala daerah untuk memastikan pemulihan layanan berjalan optimal.
Serah Terima Bantuan Sarpras untuk Memperkuat Layanan
Sebagai bagian dari dukungan pemulihan layanan, Dirjen Dukcapil menyerahkan perangkat perekaman dan pencetakan KTP elektronik (KTP-el) senilai Rp421 juta kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang. Penyerahan disambut langsung oleh Bupati Armia Fahmi. Bantuan meliputi perangkat mobile enrollment, printer CR707E, printer kertas, card reader, ribbon, film, serta perlengkapan pendukung lainnya yang sangat krusial untuk mempercepat proses adminduk di daerah pasca bencana.
Sementara itu, di tiga wilayah lain turut disalurkan bantuan berupa peralatan serupa beserta blanko KTP-el yang dijamin mencukupi untuk kebutuhan perekaman dan pencetakan dokumen administrasi penduduk. Setiap daerah menerima bantuan dengan spesifikasi sebagai berikut:
-
Kabupaten Aceh Timur
- 1 unit Printer CR707E, 600 DPI (Card Reader + SAM)
- 2 unit CR707 PETG Ribbon CMYKR
- 1 unit CR707 Clear RTR Film
- 1 set Cleaning Card (Double Adhesive)
-
Kota Langsa
- 2 unit Printer CR707E, 600 DPI (Card Reader + SAM)
- 4 unit CR707 PETG Ribbon CMYKR
- 2 unit CR707 Clear RTR Film
- 2 set Cleaning Card (Double Adhesive)
- Kabupaten Aceh Utara
- 2 set mobile enrollment
- 1 unit printer Fargo
- 1 unit card reader beserta SAM
- 1 set power station
- 1 set perangkat Starlink
- 1 set solar panel
- 2 unit printer kertas
- 2 unit tinta printer ink
- 2 ribbon
- 1 film
- 1 set cleaning kit
- 8.000 keping blanko KTP-el
Komitmen Pemerintah Pusat melalui Dukcapil
Dirjen Dukcapil Teguh Setyabudi menegaskan bahwa upaya ini merupakan bukti nyata negara hadir menjamin hak identitas setiap warga, terutama di tengah keterbatasan prasarana di daerah terdampak bencana. Ia menyatakan bahwa keberadaan tim jemput bola bukan sekadar simbolik, tetapi untuk memastikan layanan penerbitan dokumen kependudukan berjalan tanpa terputus.
“Kami berkomitmen agar masyarakat di Aceh Tamiang, Aceh Timur, Kota Langsa dan Aceh Utara tetap memperoleh hak administrasi kependudukan dengan cepat dan akurat,” ujar Teguh. Dukcapil juga berupaya mengatasi kendala infrastruktur seperti kelistrikan dan jaringan dengan memberikan perangkat seperti power station, solar panel, dan perangkat Starlink untuk konektivitas.
Dukungan Lengkap untuk Daya Layanan yang Kuat
Penguatan sarana prasarana ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas layanan Disdukcapil setempat, sehingga proses perekaman, pencetakan, dan pengelolaan data kependudukan dapat dilakukan secara optimal tanpa hambatan. Hal ini sangat penting untuk menjaga kelangsungan hak administratif warga sekaligus mendorong kecepatan pemulihan pasca bencana.
Upaya Dukcapil memacu percepatan pemulihan layanan Adminduk di Aceh sejajar dengan prioritas nasional untuk memastikan layanan publik tidak mengalami stagnasi meski dalam kondisi sulit. Dengan begitu, seluruh masyarakat di wilayah terdampak dapat segera memperoleh dokumen pengenal diri yang sah, sebagai hak dasar dan faktor penguat perlindungan hukum serta akses layanan sosial lainnya.
Baca selengkapnya di: www.suara.com




