
Banyak pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) memilih Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari BNI karena menawarkan syarat mudah, proses cepat, dan bunga rendah hanya enam persen per tahun. Program ini memang dirancang khusus untuk membantu para pengusaha mendapatkan tambahan modal demi mengembangkan usaha tanpa beban bunga tinggi yang biasanya menjadi kendala utama.
Namun, salah satu penyebab utama kegagalan pengajuan KUR terletak pada kelengkapan dokumen dan pemahaman syarat yang harus dipenuhi. Sering kali calon debitur kurang teliti, sehingga pengajuan ditolak atau diproses lebih lama dari waktu normal. Agar tidak mengalami kegagalan, penting mengetahui seluruh persyaratan dan prosedur pengajuan KUR BNI.
Syarat Utama Pengajuan KUR BNI
Hanya warga Indonesia yang bisa mengajukan KUR ke BNI, dengan batas usia minimal 21 tahun atau sudah menikah. Usaha yang menjadi objek pembiayaan juga harus sudah berjalan minimal enam bulan, mencerminkan konsistensi dan kelayakan bisnis pemohon. Status debitur juga wajib bersih, artinya tidak sedang menerima kredit produktif atau kredit program lain di luar KUR dari lembaga keuangan mana pun.
Jika saat ini Anda memiliki kredit konsumtif seperti Kredit Pemilikan Rumah (KPR), Kredit Kendaraan Bermotor (KKB), maupun kartu kredit, pengajuan tetap diperbolehkan asalkan histori pembayaran lancar dan hanya untuk kebutuhan produktif. BNI menerapkan kebijakan tegas dalam pengecekan keterkaitan kredit untuk menjaga kelancaran pengembalian dana KUR.
Daftar Syarat Pengajuan KUR BNI
- WNI berusia minimal 21 tahun atau sudah menikah.
- Usaha minimal berjalan selama enam bulan.
- Tidak sedang memiliki kredit produktif atau kredit program selain KUR.
- KPR, KKB, atau kartu kredit tetap diperbolehkan selama kondisi pembayaran lancar.
Selain itu, dokumen penting yang wajib dilampirkan antara lain KTP, KK, NPWP, surat izin usaha, serta dokumen pendukung lain sesuai bidang usaha yang digeluti.
Prosedur Pengajuan KUR BNI
BNI memberikan kemudahan melalui layanan digital di laman eform.bni.co.id. Pengajuan secara online bisa dilakukan kapan saja tanpa perlu ke kantor cabang, sehingga sangat efisien dan menghemat waktu. Langkah-langkahnya sebagai berikut:
- Buka situs resmi eform.bni.co.id
- Pilih layanan pengajuan KUR secara online.
- Baca seluruh syarat dan ketentuan yang tertera.
- Centang kotak persetujuan setelah memahami seluruh persyaratan.
- Klik ‘Lanjutkan’ dan isi kolom dengan data pribadi serta detail informasi usaha.
- Lengkapi seluruh dokumen pendukung yang dibutuhkan.
- Setelah submit, tunggu pemberitahuan lanjutan dari pihak BNI.
Tim BNI kemudian akan melakukan kunjungan ke lokasi usaha untuk memastikan kelayakan dan kebenaran data. Selanjutnya, calon debitur diminta menjalani proses wawancara guna memperdalam informasi bisnis. Proses verifikasi hingga persetujuan kredit umumnya memakan waktu tiga hingga tujuh hari kerja.
Jika pengajuan disetujui, BNI akan menghubungi pemohon untuk proses tanda tangan perjanjian kredit. Proses pencairan dana pun dapat segera dilakukan setelah seluruh dokumen legalitas diselesaikan.
Limit, Biaya, dan Ketentuan KUR BNI
KUR BNI mikro menyediakan pinjaman dengan plafon antara Rp10 juta hingga Rp50 juta dengan dua jenis kredit utama, yaitu Kredit Modal Kerja dan Kredit Investasi. Sektor usaha yang bisa diajukan cukup luas, mencakup pertanian, perikanan, perdagangan, industri pengolahan hingga jasa. Semua mengacu pada ketentuan pemerintah terkait prioritas penyaluran KUR mikro.
Suku bunga KUR BNI sangat kompetitif, yakni enam persen efektif per tahun dengan sistem anuitas. Jangka waktu pelunasan pun bervariasi, mulai dari maksimal tiga tahun untuk modal kerja hingga lima tahun untuk pinjaman investasi. Untuk biaya, BNI hanya menetapkan biaya administrasi sebesar Rp150.000. Terdapat juga denda tunggakan sebesar lima persen per tahun dari saldo pinjaman yang belum dibayar jika terjadi keterlambatan angsuran.
Catatan Penting Agar Pengajuan Berhasil
Memastikan data yang diupload valid, dokumen lengkap, dan usaha sudah berjalan aktif adalah kunci utama agar proses pengajuan KUR BNI tidak gagal. Pemohon juga sebaiknya mempersiapkan diri untuk menjelaskan perkembangan usaha saat proses survei lapangan dan wawancara oleh pihak bank. Informasi terbaru dan regulasi resmi dapat diakses langsung melalui laman BNI atau menanyakan langsung ke layanan pelanggan bank.
Persaingan mendapatkan akses dana KUR di BNI memang cukup ketat mengingat keuntungan bunga rendah dan proses cepat. Karenanya, disiplin administratif serta legalitas usaha sangat berperan penting. Dengan memenuhi seluruh syarat serta mengikuti tata cara pengajuan sesuai dengan ketentuan, pelaku UMKM berpeluang besar mendapat pembiayaan modal secara legal dan aman melalui KUR BNI.





