Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, telah tiba di Bandar Udara Internasional Zurich, Swiss, pada Rabu malam, 21 Januari 2026. Kedatangannya disambut langsung oleh Duta Besar Indonesia untuk Konfederasi Swiss, Y.M. I Gede Ngurah Swajaya, dan Atase Pertahanan KBRI Paris, Marsma TNI Hendra Gunawan.
Kunjungan ini bertujuan untuk menghadiri World Economic Forum (WEF) 2026 yang diselenggarakan di Davos, Swiss. Presiden Prabowo dijadwalkan memberikan pidato khusus pada konferensi tersebut pada pukul 14.00 hingga 14.30 waktu setempat (CET). Dalam forum utama ini, Prabowo juga akan berdialog strategis dengan sejumlah CEO perusahaan global terkemuka.
World Economic Forum merupakan pertemuan tahunan yang diadakan sejak tahun 1971 dan menjadi platform global untuk membahas isu-isu ekonomi, sosial, dan lingkungan. Forum ini mempertemukan para pemimpin dunia, akademisi, ekonom, dan praktisi dalam satu ruang diskusi untuk menggali solusi atas tantangan masa kini dan masa depan.
Seskab Teddy Indra Wijaya menjelaskan bahwa WEF 2026 akan dihadiri oleh 61 kepala negara dan pemerintahan, serta lebih dari seribu peserta dari seluruh dunia. Selain Presiden Prabowo, sejumlah tokoh penting lain seperti Presiden Prancis Emmanuel Macron, Perdana Menteri Kanada Mark Carney, Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen, dan beberapa pemimpin dunia juga dijadwalkan menyampaikan pidato khusus.
Selain berbicara di podium utama, Presiden Prabowo juga akan memanfaatkan kesempatan ini untuk mempererat hubungan bilateral dan menjalin dialog strategis dengan para pemimpin bisnis global. Hal ini diharapkan dapat membuka peluang investasi dan kerja sama yang menguntungkan bagi Indonesia di berbagai sektor.
Sebagai organisasi nirlaba dan pusat pemikiran strategis, World Economic Forum berperan penting dalam menyiapkan arah kebijakan global. Kehadiran Presiden Prabowo menunjukkan komitmen Indonesia dalam berpartisipasi aktif dan memengaruhi agenda pembangunan ekonomi dunia.
Selama kunjungannya di Swiss, Presiden Prabowo juga berpotensi mengikuti sesi diskusi dan pertemuan bilateral lain yang berisi agenda strategis. Kegiatan ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam memperkuat posisi Indonesia di panggung internasional dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif serta berkelanjutan.
Dengan kehadiran dan kontribusinya di WEF 2026, Indonesia diharapkan dapat semakin dikenal sebagai negara yang progresif dalam menghadapi tantangan ekonomi global. Hal ini sekaligus menegaskan peran aktif Presiden Prabowo sebagai salah satu pemimpin dunia yang mengedepankan diplomasi ekonomi dan pembangunan berkelanjutan.





