Cuaca ekstrem menerjang Kabupaten Magetan, Jawa Timur, pada 24 Januari 2026. Kejadian berlangsung sejak pukul 07.00 hingga 17.00 WIB dan menimbulkan berbagai dampak bencana alam di wilayah tersebut.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magetan melaporkan minimal 36 kejadian pohon tumbang. Dari jumlah tersebut, 24 pohon tumbang menutup akses jalan sehingga mengganggu mobilitas warga dan lalu lintas.
Selain itu, sembilan pohon tumbang menimpa rumah warga. Dua pohon tumbang merusak toko, sementara satu pohon tumbang menimpa sebuah bangunan sekolah dasar yang mengalami kerusakan ringan sampai sedang.
Tak hanya itu, angin kencang juga menyebabkan kerusakan pada empat atap rumah warga. Satu kejadian tanah longsor terjadi pada struktur penahan tanah atau talud di kawasan rumah warga, memperparah kondisi lingkungan.
Dua orang menjadi korban akibat pohon tumbang saat sedang melintas menggunakan sepeda motor. Kedua korban hanya mengalami luka ringan dan telah mendapatkan perawatan medis.
Lokasi bencana tersebar di 29 titik yang meliputi Kecamatan Kawedanan, Lembeyan, Magetan, Ngariboyo, Plaosan, Panekan, dan Sidorejo. Penyebaran kejadian tersebut memperlihatkan dampak cuaca ekstrem yang cukup meluas.
BPBD Kabupaten Magetan bersama TNI, Polri, serta berbagai dinas terkait, seperti Dinas Lingkungan Hidup, PUPR, Perkim, Damkar, dan Dishub, bergerak cepat melakukan penanganan. Peran perangkat kecamatan, desa, relawan, dan masyarakat juga sangat penting dalam proses evakuasi dan pembersihan.
Pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca buruk. Masyarakat diminta waspada terhadap angin kencang, hujan lebat, serta potensi pohon tumbang yang dapat membahayakan keselamatan.
Masyarakat diimbau segera melaporkan bila menemukan kondisi darurat terkait cuaca ekstrem ke BPBD atau instansi terkait agar penanganan cepat dan tepat dapat dilakukan. Kehati-hatian menjadi kunci utama selama masa cuaca tidak menentu ini.
Fenomena cuaca ekstrem ini diduga dipicu oleh aktivitas bibit siklon tropis yang terpantau di sekitar wilayah Indonesia. Kondisi ini memengaruhi perubahan angin dan intensitas hujan yang cukup tinggi di sejumlah daerah, termasuk Magetan.
Penting bagi pemerintah daerah dan masyarakat terus memperkuat sistem mitigasi bencana dan kesiapsiagaan menghadapi kemungkinan bencana serupa yang dapat berulang di masa mendatang. Kerjasama semua pihak menjadi penentu utama keselamatan dan pemulihan wilayah terdampak.
Baca selengkapnya di: mediaindonesia.com