Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengumumkan bahwa 3,9 juta penerima bantuan sosial (bansos) tidak akan lagi menerima bantuan pada tahun 2025. Penghentian ini terjadi akibat adanya penyesuaian desil kesejahteraan, proses graduasi, dan pembaruan data penerima bansos. Dengan demikian, penerima yang tidak lagi dapat manfaat bansos akan dibantu melalui program pemberdayaan ekonomi.
Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang keluar dari daftar penerima bansos akan menerima bantuan modal usaha sebesar Rp5 juta. Dana tersebut dimaksudkan untuk digunakan sebagai modal awal usaha produktif yang memungkinkan mereka mandiri secara ekonomi. Contohnya, dengan modal Rp5 juta seseorang bisa membeli 25 ekor ayam petelur, yang hasil telur sehari-harinya dapat dijual dengan pendapatan sekitar Rp200 ribu per bulan.
Evaluasi Data Penerima Bansos secara Menyeluruh
Setelah diterbitkannya Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2025, Kementerian Sosial bersama Badan Pusat Statistik melaksanakan evaluasi data secara langsung di lapangan. Proses ini mencakup peninjauan terhadap lebih dari 12 juta KPM dari total 35 juta yang terdata. Petugas turun ke rumah-rumah penerima bansos untuk melakukan verifikasi data secara menyeluruh.
Dari pemeriksaan tersebut ditemukan sejumlah penerima yang sudah tidak memenuhi syarat. Untuk memastikan validitas data, Kemensos bekerja sama dengan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) dan Badan Kepegawaian Negara (BKN). Pemeriksaan bertujuan mendeteksi penerima bansos yang memiliki penghasilan dari sumber lain seperti Aparatur Sipil Negara (ASN) atau yang diduga memainkan judi online. Langkah ini memperkuat akurasi data program bansos.
Target Graduasi 300 Ribu Keluarga di Tahun 2026
Sebagai implementasi hasil evaluasi, Kementerian Sosial menargetkan 300 ribu KPM lulus dari program bansos pada tahun 2026. Graduasi berarti keluarga tersebut telah mandiri secara ekonomi dan mampu memenuhi kebutuhan tanpa ketergantungan pada bantuan. Indikator utama keberhasilan graduasi adalah kemampuan menghasilkan pendapatan lebih besar dari nilai bantuan sosial sebelumnya.
Pada Desember 2025, sebanyak 133 dari 332 KPM Program Keluarga Harapan (PKH) berhasil lulus dan tidak lagi menerima bansos. Para lulusan tersebut diberikan modal usaha Rp5 juta sebagai dorongan awal untuk membangun usaha mandiri. Tidak hanya modal, pemerintah juga memberikan pendampingan berkelanjutan agar mereka tetap produktif dan tidak kembali menjadi penerima bantuan sosial.
Manfaat Bantuan Modal Usaha Rp5 Juta
Bantuan modal Rp5 juta dapat dimanfaatkan untuk berbagai usaha kecil produktif. Contoh sederhana adalah beternak ayam petelur, budidaya tanaman, atau usaha kecil lain yang sesuai dengan kondisi lokal penerima. Usaha tersebut diharapkan mampu memberikan pendapatan yang stabil dan berkelanjutan, melebihi bantuan sosial yang selama ini diterima.
Pihak Kemensos menilai keluarga yang dapat menghasilkan pendapatan usaha lebih dari Rp5 juta per bulan berarti sudah mencapai kemandirian ekonomi. Dengan begitu, keluarga tersebut dapat keluar dari ketergantungan bansos dan berperan aktif dalam perekonomian masyarakat.
Langkah Pemerintah dalam Memperbaiki Program Bansos
- Melakukan pembaruan dan validasi data penerima menggunakan metode turun langsung ke lapangan.
- Menyelidiki indikasi penyalahgunaan bantuan bersama lembaga terkait seperti PPATK dan BKN.
- Memberikan bantuan modal usaha Rp5 juta untuk membantu pengembangan usaha penerima bansos.
- Menyediakan pendampingan agar para lulusan program bansos bisa mandiri secara ekonomi.
- Menetapkan target graduasi penerima bansos sebanyak 300 ribu keluarga pada tahun 2026.
Dengan strategi tersebut, pemerintah berharap program bantuan sosial dapat lebih efektif dan berfokus pada keluarga yang benar-benar membutuhkan. Langkah ini juga bertujuan membangun masyarakat yang mandiri secara ekonomi dan berdaya saing tanpa terus bergantung pada bantuan pemerintah.
Informasi terbaru ini menunjukkan bahwa program bansos tidak hanya sebagai bantuan konsumtif, tetapi juga sebagai sarana peningkatan kesejahteraan berkelanjutan melalui pemberdayaan ekonomi. Penerima bansos yang berhasil lulus diharapkan menjadi contoh keberhasilan program pemerintah dalam mengurangi kemiskinan dan meningkatkan produktivitas masyarakat.





