Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, menyampaikan rasa syukurnya atas penurunan kasus keracunan akibat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada bulan Januari 2026. Dia melaporkan, jumlah kasus keracunan tercatat hanya sekitar 50 kejadian, jauh menurun dibandingkan dengan periode sebelumnya pada September dan Oktober 2025.
Penurunan signifikan ini terjadi meskipun pada Januari 2026 jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) mengalami peningkatan. Dadan menegaskan bahwa peningkatan jumlah SPPG tidak diikuti dengan peningkatan kasus keracunan, sebuah hal yang menunjukkan perbaikan pengawasan dan kualitas pelaksanaan MBG.
Pengawasan Intensif dan Peringatan bagi SPPG
Dadan menjelaskan bahwa BGN terus meningkatkan intensitas pengawasan terhadap pelaksanaan program MBG di seluruh wilayah. Badan ini juga memberikan peringatan tegas kepada SPPG yang tidak mematuhi standar keamanan pangan, terutama pada pelanggaran serius yang berpotensi menimbulkan keracunan.
Selain itu, SPPG diwajibkan menjalani sertifikasi dan akreditasi sebagai persyaratan operasional. Langkah ini dimaksudkan untuk menyamakan standar kualitas layanan antar SPPG agar kejadian keracunan dapat diminimalisasi secara signifikan.
Target Tanpa Kasus Keracunan di Masa Depan
Meski jumlah kasus sudah menurun, Dadan menegaskan bahwa pemerintah menargetkan agar tidak ada lagi kasus keracunan yang terjadi di masa mendatang. “Kita ingin targetkan tidak ada kejadian sama sekali,” ujarnya. Pendekatan pencegahan ini menjadi fokus utama dalam upaya menjaga kesehatan masyarakat melalui program MBG.
Dampak Positif Program MBG terhadap Kesehatan dan Sosial
Program MBG sendiri merupakan langkah strategis pemerintah untuk meningkatkan asupan gizi terutama di kalangan anak-anak dan masyarakat kurang mampu. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo, menyatakan bahwa MBG berdampak positif dalam menurunkan angka stunting dan kemiskinan di ibu kota.
Data survei terbaru juga menunjukkan bahwa sekitar 72,8 persen publik, khususnya generasi Z, menyatakan puas terhadap program MBG. Hal ini menunjukkan bahwa program ini mendapat dukungan luas dan berkontribusi dalam peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Peran Penting BGN dalam Menjamin Kualitas MBG
Sebagai lembaga pengendali di bidang gizi, BGN memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan semua produk dan pelayanan makanan bergizi yang disediakan oleh SPPG memenuhi standar keamanan dan nutrisi. Pengawasan ketat serta kerjasama dengan berbagai pihak institusi diharapkan dapat menjaga konsistensi mutu MBG.
Dalam rangka memperkuat program ini, BGN juga terus melakukan evaluasi berkala dan pembinaan bagi SPPG terkait tata kelola, higiene, serta sanitasi makanan. Dengan demikian risiko keracunan dapat diminimalisasi secara berkelanjutan.
Penurunan jumlah kasus keracunan menjadi indikator penting bahwa upaya pengendalian dan peningkatan mutu program MBG mulai memberikan hasil nyata. Pemerintah dan BGN tetap berkomitmen mendorong perbaikan program agar manfaatnya dapat dirasakan maksimal oleh masyarakat luas.





