Pemerintah Kabupaten Sidoarjo melalui Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (PUBMSA) mempercepat pelaksanaan normalisasi sungai di beberapa titik strategis. Langkah ini diambil untuk mengurangi risiko banjir dan menghilangkan sedimen yang menumpuk di sepanjang aliran sungai.
Saat ini, fokus utama pengerjaan berada di kawasan belakang Pabrik Gula Krembung, tepatnya di wilayah Mojoruntut, Kecamatan Krembung. Kepala Dinas PUBMSA Sidoarjo, Mohammad Mahmud, menjelaskan bahwa sedimen di lokasi tersebut sudah sangat banyak sehingga perlu intervensi normalisasi segera.
Penanganan di Lokasi Prioritas
Normalisasi di Mojoruntut menargetkan pembersihan sedimen sepanjang kurang lebih tiga kilometer. Pihak terkait optimistis pekerjaan akan selesai dalam waktu singkat. Setelah tuntas, alat berat akan dipindahkan ke titik-titik lain yang membutuhkan penanganan serupa secara simultan.
Selain Krembung, Dinas PUBMSA juga menjadwalkan normalisasi di empat lokasi berbeda, yaitu:
- Normalisasi sungai Kacer Nguli
- Pembersihan di Desa Kedung Kembar
- Afvoer Wilayut di Sukodono dengan pembersihan sampah secara rutin
- Daerah Kedondong, Tulangan
Pemanfaatan Sedimen untuk Program Pengurukan
Sedimen hasil pengerukan tidak dibuang percuma, tetapi dimanfaatkan sebagai bahan pengurukan dalam program Karya Bakti TNI Terpadu (KDMP). Sinergi PUBMSA dengan Kodim dan Koramil memperkuat manfaat tersebut demi kesejahteraan masyarakat.
Menurut Mahmud, kerja sama tersebut memberikan nilai tambah yang signifikan bagi lingkungan sekitar dan mendukung upaya mitigasi banjir secara berkelanjutan. Hingga saat ini, tidak terdapat kendala berarti di lapangan selama proyek normalisasi berlangsung.
Dinas PUBMSA terus memantau progres harian guna memastikan semua kegiatan berjalan sesuai dengan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) yang telah disusun. Dengan strategi ini, Pemkab Sidoarjo berkomitmen menjaga infrastruktur sungai agar mampu mengatasi risiko banjir saat musim hujan berlangsung.
Proses normalisasi sungai merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah meningkatkan kualitas lingkungan dan memberikan perlindungan bagi warga. Kegiatan ini tidak hanya fokus pada pengendalian banjir, tetapi juga menjaga kelancaran aliran air dan pencegahan kerusakan lingkungan.
Baca selengkapnya di: mediaindonesia.com




