Kemenpar Ungkap Tren Global dan Program Unggulan Pariwisata untuk Hadapi Era Tourism 5.0

Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menetapkan arah pengembangan pariwisata Indonesia untuk tahun 2025-2026 dengan menyesuaikan enam tren utama yang sedang berkembang secara global. Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menyampaikan bahwa sektor pariwisata harus bertransformasi menjadi lebih personal, berkelanjutan, dan memberikan pengalaman bermakna bagi wisatawan.

Keenam tren global tersebut meliputi Cultural Immersion, Eco-friendly Tourism, Nature and Adventure Based Tourism, Culinary and Gastro-Tourism, Wellness Tourism, serta Bleisure. Tren ini diperkirakan akan menjadi penentu utama permintaan pasar pariwisata internasional dalam dua tahun mendatang.

Enam Tren Global dalam Pariwisata

  1. Cultural Immersion fokus pada pengalaman wisata yang mendalam terhadap budaya lokal. Ini penting agar wisatawan dapat lebih memahami dan menghargai kearifan lokal.

  2. Eco-friendly Tourism mengedepankan prinsip pariwisata ramah lingkungan. Hal ini sejalan dengan upaya pengurangan dampak negatif terhadap alam dan ekosistem.

  3. Nature and Adventure Based Tourism menonjolkan petualangan dan eksplorasi alam terbuka. Aktivitas seperti hiking, menyelam, dan pendakian gunung termasuk dalam kategori ini.

  4. Culinary and Gastro-Tourism mulai menjadi daya tarik utama, seiring dengan meningkatnya minat turis terhadap kuliner khas daerah. Indonesia dikenal kaya dengan ragam cita rasa.

  5. Wellness Tourism fokus pada pelayanan yang mendukung kesehatan fisik dan mental. Wisata ini mencakup spa, meditasi, dan kegiatan relaksasi lainnya.

  6. Bleisure menggabungkan kegiatan bisnis dan rekreasi. Konsep ini cocok bagi profesional yang ingin menikmati liburan singkat pasca urusan kerja.

Lima Program Unggulan Kemenpar 2025-2026

Kemenpar merespons tren global ini dengan menyusun lima program strategis sebagai kerangka pembangunan pariwisata nasional.

  1. Keselamatan Wisatawan menjadi prioritas utama melalui peningkatan kapasitas SDM seperti pemandu wisata. Pelatihan keselamatan, kesiapsiagaan bencana, dan pertolongan pertama juga digiatkan.

  2. Pengembangan Desa Wisata, yang berperan sebagai penggerak ekonomi lokal, mendapat dorongan signifikan. Fokus diarahkan pada peningkatan kualitas produk, kelembagaan, dan kesinambungan pengelolaan desa wisata.

  3. Pariwisata Berkualitas meliputi pengembangan paket wisata tematik yang beragam, mulai gastronomi hingga wisata ramah muslim. Upaya ini bertujuan meningkatkan daya tarik dan pengalaman wisatawan bernilai tinggi.

  4. Event by Indonesia menguatkan kembali event nasional dengan sentuhan kreativitas khas nusantara. Strategi ini diharapkan menumbuhkan dampak ekonomi dan memperkuat citra destinasi secara global.

  5. Transformasi Digital atau Tourism 5.0 menjadi tonggak inovasi melalui pemanfaatan teknologi digital dan kecerdasan buatan. Contohnya adalah pengembangan AI Mayka serta perluasan platform Indonesia Travel agar lebih efektif dan berkualitas.

Widiyanti menegaskan bahwa pencapaian pariwisata berkualitas tidak bisa dilepaskan dari kesiapan sumber daya manusia. Mahasiswa dan pelaku pariwisata dituntut mampu beradaptasi dengan perubahan besar di tingkat global serta menguasai teknologi terkini.

Dalam era Tourism 5.0, keberhasilan Indonesia tidak hanya bergantung pada keindahan destinasi, melainkan pada kualitas layanan dan pengalaman wisata yang diberikan. Kemenpar optimis bahwa pengintegrasian teknologi canggih dengan SDM kompeten dapat mendorong pariwisata Indonesia menjadi lebih tangguh dan kompetitif.

Dengan strategi yang komprehensif, pariwisata nasional diharapkan tidak sekadar pulih pasca-pandemi, melainkan tumbuh secara berkelanjutan serta berdaya saing tinggi di kancah internasional. Pembangunan fokus pada keselamatan, keberlanjutan, inovasi digital, dan pemberdayaan masyarakat lokal menjadi kunci utama dalam upaya ini.

Baca selengkapnya di: www.suara.com

Berita Terkait

Back to top button