Menteri Dalam Negeri sekaligus Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera, Muhammad Tito Karnavian, menyampaikan perkembangan signifikan terkait pemulihan wilayah yang terdampak bencana di Sumatera. Menurut Tito, saat ini hampir 70 persen dari wilayah terdampak sudah pulih dalam waktu sekitar dua bulan pascabencana.
Dari total 52 kabupaten/kota terdampak, sebanyak 37 daerah telah kembali beroperasi dalam kondisi normal. "Ada yang sudah kembali normal itu dari 52 ada 37. Jadi kalau kita persentasekan, lebih kurang hampir 70 persen kabupaten/kota sudah kembali normal," ujar Tito pada 12 Februari 2026.
Wilayah yang Sudah dan Hampir Pulih
Selain 37 kabupaten/kota yang sudah pulih sepenuhnya, terdapat empat daerah yang mendekati kondisi normal. Kabupaten tersebut meliputi Lima Puluh Kota dan Pasaman Barat di Sumatera Barat, Tapanuli Selatan di Sumatera Utara, dan Nagan Raya di Aceh. Keempat daerah ini menunjukkan pemulihan yang signifikan namun masih memerlukan perhatian lebih lanjut.
Sementara itu, terdapat 11 kabupaten/kota yang masih memerlukan penanganan khusus untuk mempercepat pemulihan. Wilayah tersebut meliputi Padang Pariaman dan Agam di Sumatera Barat; Tapanuli Utara dan Tapanuli Tengah di Sumatera Utara; serta Pidie Jaya, Tamiang, Aceh Utara, Aceh Tengah, Aceh Timur, Bireuen, dan Gayo Lues di Aceh. Kondisi di daerah-daerah ini membutuhkan kerja keras dan fokus dari pemerintah dan pihak terkait.
Prioritas Rehabilitasi dan Rekonstruksi
Satgas PRR menempatkan prioritas utama pada beberapa sektor vital yang terdampak langsung oleh bencana. Kegiatan awal fokus pada pembersihan lumpur dari area terdampak dan perbaikan fasilitas pelayanan masyarakat, seperti sarana kesehatan, pendidikan termasuk madrasah dan pondok pesantren, serta rumah ibadah.
Pemerintah juga berupaya memperbaiki akses infrastruktur yang rusak. Ini mencakup jalan nasional, provinsi, kabupaten/kota, jalan desa, hingga jembatan. Infrastruktur ini diharapkan dapat mendukung kelancaran aktivitas masyarakat dan mempermudah distribusi bantuan.
Pemulihan Ekonomi Masyarakat
Pemulihan ekonomi menjadi fokus penting selain infrastruktur fisik. Aktivitas ekonomi di pasar tradisional, warung, UMKM, kedai, dan sektor pariwisata seperti hotel didorong agar kembali hidup. Langkah ini bertujuan membantu masyarakat agar bisa bangkit dari dampak bencana secara berkelanjutan.
Tito menekankan bahwa indikator utama usaha pemulihan adalah ketersediaan listrik, pasokan bahan bakar minyak (BBM) dan gas LPG, sarana komunikasi, akses internet, serta penyediaan air bersih. Keberadaan layanan tersebut menjadi kunci bagi masyarakat untuk menjalankan kehidupan normal pascabencana.
Pemerintah memastikan percepatan dan konsistensi rehabilitasi serta rekonstruksi terus dilakukan, terutama di wilayah yang masih memerlukan intervensi intensif. Satgas PRR berkomitmen untuk terus mengawasi dan mendukung proses pemulihan di Sumatera secara menyeluruh hingga semua daerah dapat kembali stabil dan produktif.
Baca selengkapnya di: www.beritasatu.com




