Puasa di bulan Ramadan wajib dijalankan oleh umat Muslim. Selain menahan lapar dan dahaga, menjaga perilaku juga penting agar pahala puasa tetap utuh.
Namun, ada beberapa kebiasaan yang sering dilakukan saat puasa, tapi hukumnya makruh. Ini berarti perbuatan tersebut tidak membatalkan puasa, tetapi sebaiknya dihindari supaya nilai ibadah lebih sempurna.
Pengertian Makruh
Makruh adalah perbuatan yang dianjurkan untuk ditinggalkan menurut hukum Islam. Melaksanakannya tidak berdosa, tetapi meninggalkannya akan mendapatkan pahala. Saat berpuasa, perbuatan makruh membuat pahala puasa berkurang meskipun puasanya tetap sah.
1. Berkumur dan Memasukkan Air ke Hidung Secara Berlebihan
Aktivitas berkumur atau memasukkan air ke hidung saat wudhu dianjurkan. Namun, bila dilakukan berlebihan saat berpuasa, itu makruh karena risiko air terserap ke tenggorokan dan membatalkan puasa. Lakukan secukupnya agar tetap aman dan nyaman.
2. Menggosok Gigi atau Bersiwak Setelah Zuhur
Beberapa ulama berpendapat menggosok gigi atau bersiwak setelah Zuhur makruh selama puasa. Karena bau mulut yang sedikit kurang sedap dianggap lebih harum di sisi Allah. Meski begitu, pendapat ini tidak mutlak dan perbedaan pendapat masih ada. Hindari pasta gigi agar tidak tertelan.
3. Mencicipi Makanan Tanpa Kebutuhan
Mencicipi makanan tanpa kebutuhan saat puasa hukumnya makruh. Asal tidak tertelan, puasanya tidak batal. Namun jika dilakukan tanpa alasan seperti ingin tahu rasa semata, lebih baik dihindari. Berbeda jika ada keperluan, seperti memasak agar rasa makanan pas.
4. Berendam Terlalu Lama
Mandi ketika berpuasa boleh dan tidak membatalkan puasa. Tetapi berendam berlebihan atau terlalu lama dianggap makruh, khususnya jika air bisa masuk ke saluran tubuh. Gunakan air dengan sewajarnya demi kenyamanan dan keamanan puasa.
5. Bermesraan dengan Pasangan
Bermesraan tanpa berujung pada hal yang membatalkan puasa tergolong makruh jika dikhawatirkan syahwat sulit dikendalikan. Namun jika mampu menahan diri, sebagian ulama membolehkannya tanpa kemakruhan. Jadi, kesadaran diri sangat penting.
6. Mengumpulkan Air Liur Lalu Menelannya
Menelan air liur secara alami tidak membatalkan puasa. Akan tetapi, secara sengaja mengumpulkan air liur untuk ditelan dianggap makruh. Hal ini karena bertentangan dengan adab dan tujuan menjalankan puasa.
7. Menghirup Aroma Makanan atau Wewangian Secara Berlebihan
Mencium aroma makanan tidak membatalkan puasa. Namun, menghirup aroma tersebut secara berlebihan dianggap makruh karena dapat menantang keinginan makan dan melemahkan semangat puasa. Menjaga niat dan kontrol diri diperlukan.
8. Tidur Sepanjang Hari
Menghabiskan waktu puasa dengan tidur terus-menerus tanpa melakukan ibadah atau aktivitas bermanfaat dipandang makruh. Puasa dimaksudkan untuk meningkatkan ketakwaan, bukan hanya menahan lapar dan haus. Oleh karena itu, manfaatkan waktu dengan memperbanyak ibadah dan hal positif.
9. Berkata Kasar, Menggunjing, dan Bertengkar
Perilaku berkata kasar, bergosip, atau bertengkar sering kali dilakukan di lingkungan sosial. Meski tidak membatalkan puasa, perbuatan ini sangat mengurangi pahala. Menjaga lisan adalah bagian penting dari adab berpuasa karena puasa juga menuntut menahan emosi dan ucapan.
Memahami dan menghindari perbuatan makruh saat berpuasa dapat membantu menjaga kualitas ibadah. Puasa bukan hanya sekedar menahan makan dan minum, melainkan juga perjuangan dalam mengendalikan diri agar mendapat pahala maksimal dari Allah SWT.
Baca selengkapnya di: www.medcom.id




