Truk Tabrak Beruntun di Bantang, Sopir Meninggal Dunia dalam Kecelakaan Parah

Sebuah kecelakaan beruntun terjadi di Jalan Pantura Semarang-Batang tepatnya di Desa Surodadi, Kecamatan Gringsing, Kabupaten Batang pada Rabu (11/3). Insiden ini melibatkan tiga kendaraan yang sedang diparkir di bahu jalan untuk istirahat dalam perjalanan menuju Jakarta.

Kecelakaan bermula saat truk tronton bernomor polisi B 9492 JEH yang diparkir di posisi jalan sedikit menanjak tiba-tiba melaju mundur. Sopir truk, Andriansyah (22), yang turun dari kendaraannya, malang tak bisa terhindar sehingga terlindas oleh truknya sendiri.

Kronologi Kecelakaan Beruntun

  1. Truk tronton B 9492 JEH berhenti di bahu jalan sisi selatan dengan posisi menghadap ke barat.
  2. Setelah pengemudi turun, truk berjalan mundur tanpa kendali.
  3. Truk menabrak truk lain bernomor polisi B 9136 BYU yang juga sedang parkir di belakangnya.
  4. Truk kemudian naik ke median jalan dan menabrak pagar sebuah pabrik di sekitar lokasi.
  5. Truk juga menghantam sebuah mobil sedan putih dengan nomor polisi G 1467 DC di belakang truk kedua.

Akibat kejadian tersebut, pengemudi truk tronton meninggal dunia di tempat dengan luka parah. Korban langsung mendapatkan penanganan medis setelah dievakuasi ke rumah sakit terdekat.

Menurut Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Batang, AKP Eka Hendra Ardiansyah, pihaknya masih menyelidiki penyebab truk bisa bergerak mundur secara otomatis setelah diparkir. Hal ini menjadi fokus utama agar tubuh hukum dan keselamatan perjalanan di jalur Pantura semakin diperketat.

Saksi mata dari warung dekat lokasi menyebutkan suara benturan sangat keras sehingga membuat alat dan kendaraan di sekitar terguncang. Ketiga kendaraan tersebut pada saat itu sedang dalam keadaan istirahat, namun insiden ini mengakibatkan kerusakan erhebatan pada kendaraan.

Kecelakaan ini juga menimbulkan peringatan penting bagi para pengemudi untuk lebih berhati-hati saat memarkir kendaraan besar di bahu jalan, terutama di jalan menanjak. Keselamatan pengemudi dan pengguna jalan lain perlu menjadi prioritas utama demi menghindari insiden serupa.

Polisi mengimbau pengendara untuk selalu memastikan rem parkir dan posisi transmisi saat berhenti agar kendaraan tidak bergerak sendiri. Penanganan lajur jalan dan fasilitas parkir yang lebih aman juga didorong sebagai langkah preventif dari otoritas setempat.

Insiden ini menjadi bagian kecelakaan yang kerap terjadi di jalur Pantura selama musim mudik, yang menuntut kewaspadaan ekstra dari pengemudi. Pemantauan kondisi kendaraan dan kejelian dalam mengambil keputusan di jalan raya sangat krusial agar keselamatan dapat terjaga dengan maksimal.

Kasus kecelakaan truk mundur ini masih terus diproses oleh pihak kepolisian. Investigasi lebih lanjut diharapkan bisa memberikan kejelasan dan rekomendasi yang bisa mencegah peristiwa tragis seperti itu terulang kembali di masa depan.

Baca selengkapnya di: mediaindonesia.com

Terkait