PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) memperkirakan puncak arus mudik Lebaran 2026 dengan menggunakan kapal laut akan terjadi pada Rabu, 18 Maret 2026. Prediksi ini disampaikan oleh Direktur Utama Pelni, Tri Andayani, seiring dengan meningkatnya pemesanan tiket menjelang tanggal tersebut.
Untuk menyambut lonjakan penumpang pada periode mudik, Pelni mengoperasikan 55 kapal penumpang. Armada ini terdiri dari 25 kapal besar dengan kapasitas antara 500 hingga ribuan penumpang dan 30 kapal perintis yang dikelola bersama Kementerian Perhubungan dengan kapasitas sekitar 250 hingga 500 penumpang.
Pemesanan tiket kapal laut sudah terlihat meningkat sejak H-8 Lebaran, menunjukkan antusiasme masyarakat yang tinggi. Salah satu pendorong utama adalah kebijakan pemerintah memberikan potongan harga tiket sebesar 30% dari tarif normal. Hingga Jumat, 13 Maret 2026, tercatat sebanyak 249.601 tiket telah terjual untuk keberangkatan mulai 6 Maret hingga 22 Maret 2026.
Pelni mengoperasikan rute pelayaran yang cukup luas dengan 25 kapal penumpang aktif yang melayani 483 ruas perjalanan dan singgah di sekitar 75 pelabuhan di seluruh Indonesia. Kapal perintis yang mereka kelola melayani wilayah 3TP, yakni terdepan, tertinggal, terluar, dan perbatasan, dengan 229 pelabuhan dan 2.515 rute perjalanan.
Selain mengangkut penumpang, Pelni juga berperan dalam sektor logistik dengan mengoperasikan 18 kapal rede untuk distribusi barang. Perusahaan pelayaran ini melayani delapan trayek tol laut dan satu trayek khusus kapal pengangkut ternak, menjaga kelancaran suplai barang di antar wilayah.
Untuk menjaga keselamatan dan kelancaran arus mudik, Pelni terus memperkuat koordinasi dengan otoritas pelabuhan. Langkah ini penting agar kapasitas kapal tetap sesuai ketentuan dan pelayanan kepada penumpang berjalan optimal selama puncak mudik Lebaran 2026.
Dengan berbagai upaya dan kesiapan armada yang matang, Pelni berkomitmen mendukung mobilitas masyarakat dan konektivitas antarwilayah di Indonesia selama momen mudik Lebaran tahun depan. Hal ini juga sejalan dengan visi pemerintah dalam memperkuat transportasi laut sebagai moda transportasi utama negara kepulauan.
Baca selengkapnya di: www.beritasatu.com





