Kapolda Jawa Barat Inspektur Jenderal Polisi Rudi Setiawan mengungkapkan metode jitu untuk mengatasi kemacetan mudik di Nagreg. Metode ini dikenal dengan skema “one way sepenggal” yang diterapkan secara situasional berdasarkan kondisi antrean kendaraan di titik rawan kemacetan.
Skema “one way sepenggal” bukan sistem satu arah permanen, melainkan langkah taktis untuk membuka blokade kemacetan dalam durasi singkat. Kapolda menjelaskan bahwa strategi ini efektif dalam mencairkan kepadatan jalan dalam waktu sekitar 10 menit.
Penerapan skema tersebut berfokus pada titik-titik kritis seperti Limbangan dan Nagreg, di mana volume kendaraan rawan menimbulkan antrean panjang. Dalam pelaksanaannya, petugas juga berkoordinasi dengan Direktorat Lalu Lintas Polda Jawa Barat agar kemacetan tidak meluas hingga menghambat pergerakan kendaraan.
Selain mengelola arus di ruas tol, petugas difokuskan menjaga kelancaran jalur arteri dari Nagreg hingga perbatasan Jawa Tengah. Kapolda menuturkan, konsentrasi pengamanan dan manajemen dilakukan dari Karawang menuju wilayah Priangan Timur untuk memastikan kelancaran arus mudik di jalur-jalur alternatif.
Data Dinas Perhubungan Kabupaten Bandung mencatat peningkatan volume kendaraan di Jalur Nagreg secara signifikan. Hingga Minggu petang, tercatat sekitar 43 ribu kendaraan melintas atau naik 44 persen dibandingkan periode sama tahun lalu. Angka ini diperkirakan akan bertambah seiring berlanjutnya massa mudik.
Kapolda mengungkapkan dua fase utama gelombang mudik di wilayah Jabar, dengan peningkatan stabil pada saat ini dan puncaknya diprediksi terjadi pada 19-20 Maret. Seluruh jajaran kepolisian telah bersiap menghadapi puncak arus mudik tersebut.
Berikut langkah utama yang membuat skema “one way sepenggal” efektif mengurai macet:
1. Penerapan satu arah parsial hanya di segmen rawan kemacetan saja.
2. Fleksibilitas menyesuaikan kondisi antrean kendaraan dari waktu ke waktu.
3. Kolaborasi dan koordinasi intens dengan Direktorat Lalu Lintas.
4. Penempatan personel di jalur utama dan arteri untuk pengaturan lalu lintas.
5. Pemantauan langsung di lapangan guna merespon situasi secara cepat.
Strategi manajemen lalu lintas ini menunjukkan bukti nyata bahwa pendekatan taktis dan responsif penting saat menghadapi lonjakan kendaraan besar di waktu mudik. Dalam waktu singkat, metode tersebut mampu memulihkan arus kendaraan dan menghindari kemacetan parah yang sering terjadi di Nagreg.
Dengan pengelolaan yang terfokus dan adaptif, penumpukan kendaraan di jalur mudik menjadi terurai, sehingga perjalanan pemudik lebih lancar dan waktu tempuh lebih singkat. Kesigapan aparat kepolisian di lapangan menjadi kunci keberhasilan pengaturan arus mudik di wilayah Jawa Barat.





