Wakil Presiden Republik Indonesia ke-13, Kyai Haji Ma’ruf Amin, menjadi khatib dalam pelaksanaan Salat Idul Fitri yang digelar di halaman Balai Kota DKI Jakarta. Acara ini berlangsung pada Sabtu pagi, 21 Maret 2026, di hadapan sekitar 2.000 jamaah yang hadir untuk merayakan hari raya setelah menunaikan ibadah puasa Ramadhan.
Salat Id dimulai pukul 06.30 WIB, dan Ma’ruf Amin memulai khotbahnya sekitar pukul 06.50 WIB. Dalam penampilannya, tokoh besar Nahdlatul Ulama tersebut mengenakan pakaian serba putih, menampilkan kesan khusyuk dan khidmat selama menyampaikan khotbah hingga pukul 07.11 WIB. Ma’ruf Amin mengisi khutbah dengan pesan-pesan yang mengajak umat untuk meningkatkan kebajikan dan menjalin persaudaraan dalam momen Idul Fitri.
Sejumlah pejabat utama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta turut hadir dalam pelaksanaan Salat Id di Balai Kota ini. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, Wakil Gubernur Rano Karno, Sekretaris Daerah Uus Kuswanto, serta mantan pejabat lainnya turut memberikan dukungan dalam momentum syukur dan kebersamaan tersebut. Kehadiran mereka memperkuat suasana kekeluargaan di antara para jamaah dan menunjukkan perhatian pemerintah daerah terhadap kegiatan keagamaan.
Usai memberikan khotbah, Wakil Presiden Ma’ruf Amin menyempatkan diri untuk bersalaman dan berinteraksi dengan para jamaah yang hadir di Balai Kota. Hal ini menjadi simbol kehangatan dan kedekatan antara pimpinan negara dengan masyarakat, terutama pada saat momen khusus seperti Hari Raya Idul Fitri.
Pelaksanaan Salat Id di Balai Kota Jakarta ini merupakan bagian dari tradisi dan agenda tahunan yang rutin diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Kegiatan tersebut menjadi ajang bagi masyarakat dan pejabat daerah untuk saling bersilaturahmi dan memperkuat kelompok-kelompok sosial yang ada di wilayah kota besar tersebut. Dengan khatib yang merupakan sosok berpengaruh seperti Ma’ruf Amin, kegiatan ini juga menjadi momen spiritual yang mendalam bagi seluruh peserta.
Berbeda dengan beberapa lokasi lain di Jakarta, seperti di Masjid Istiqlal yang juga melaksanakan Salat Id dengan kehadiran tokoh nasional lain, Balai Kota menyajikan suasana yang khusus dan formal dengan banyak pejabat tingkat tinggi. Hal ini memberikan nilai tersendiri bagi para jamaah yang hadir dan turut menyaksikan langsung khotbah dari Wakil Presiden.
Kegiatan ini juga menunjukkan komitmen Pemerintah dalam mendorong kerukunan umat beragama dan menjaga tradisi keagamaan yang positif di ibu kota. Salat Id dengan khatib resmi memberikan suasana negara yang tetap menghormati nilai-nilai agama dan kebersamaan. Pada akhirnya, momen ini memperkuat ikatan sosial antarwarga Jakarta sekaligus menjadi inspirasi bagi pelaksanaan ibadah di kota metropolitan.





