Arus Balik Padat di Jakarta-Cikampek, Jasamarga Terapkan Contraflow KM 70-KM 47

Arus balik Lebaran kembali menumpuk di ruas Tol Jakarta-Cikampek pada Jumat pagi, sehingga PT Jasamarga Transjawa Tol bersama kepolisian memberlakukan contraflow untuk menjaga laju kendaraan tetap bergerak. Rekayasa lalu lintas ini dimulai pada pukul 08.49 WIB dari KM 70 hingga KM 47 arah Jakarta.

Vice President Corporate Secretary & Legal JTT, Ria Marlinda Paallo, mengatakan kebijakan tersebut diambil sebagai langkah antisipasi untuk menjaga kelancaran sekaligus keselamatan pengguna jalan. “Rekayasa contraflow diberlakukan berdasarkan diskresi kepolisian,” ujarnya, merujuk pada pengaturan yang menyesuaikan kondisi lalu lintas di lapangan.

Contraflow dan alasan penerapannya

Contraflow menjadi salah satu opsi yang biasa dipakai saat volume kendaraan meningkat tajam di jalur tol utama. Skema ini memungkinkan sebagian lajur digunakan berlawanan arah secara terbatas untuk menambah kapasitas jalan pada titik-titik yang mengalami kepadatan.

Dalam konteks arus balik, langkah ini penting karena pergerakan kendaraan cenderung terkonsentrasi pada jam tertentu setelah masa libur berakhir. Saat penumpukan terjadi, kecepatan rata-rata kendaraan bisa turun drastis dan memicu antrean panjang di ruas-ruas strategis seperti Jakarta-Cikampek.

Langkah tambahan di Gerbang Tol Cikampek Utama

Selain contraflow, JTT juga mengoptimalkan layanan di Gerbang Tol Cikampek Utama dengan mengoperasikan hingga 22 gardu menuju Jakarta. Penambahan kapasitas transaksi ini dilakukan untuk mengurangi antrean di pintu keluar tol yang kerap menjadi titik padat saat volume kendaraan naik.

Petugas lapangan juga disiagakan untuk membantu pengaturan lalu lintas, memberi arahan kepada pengguna jalan, dan memastikan pelayanan tetap berjalan maksimal. Kombinasi pengaturan arus dan penguatan layanan di gerbang tol menjadi bagian dari strategi untuk meredam penumpukan kendaraan pada masa arus balik.

Imbauan bagi pengendara

Jasamarga mengingatkan pengendara agar merencanakan perjalanan dengan baik sebelum masuk tol. Pengemudi diminta memastikan kondisi kendaraan prima, menjaga jarak aman, dan mematuhi rambu serta arahan petugas di lapangan.

Berikut imbauan penting yang disampaikan kepada pengguna jalan:

  1. Pastikan kendaraan dalam kondisi layak jalan sebelum berangkat.
  2. Jaga jarak aman antarkendaraan, terutama saat lalu lintas padat.
  3. Patuhi rambu lalu lintas dan instruksi petugas.
  4. Cukupkan saldo uang elektronik sebelum memasuki jalan tol.
  5. Atur waktu perjalanan untuk menghindari puncak kepadatan.

Kesiapan saldo uang elektronik juga menjadi perhatian karena transaksi yang terhambat di gerbang tol dapat memperpanjang antrean dan memperlambat laju kendaraan di belakangnya. Di tengah arus balik yang padat, kelancaran di titik transaksi menjadi faktor penting untuk menjaga ritme perjalanan tetap stabil.

Baca selengkapnya di: www.suara.com

Berita Terkait

Back to top button