Aceh Mulai Bangkit, Ulee Lheue Dipadati Wisatawan Sambut Idulfitri dengan Arus Balik Sabang

Aceh menunjukkan tanda-tanda pemulihan setelah bencana yang melanda pada akhir tahun lalu. Empat bulan berselang, arus wisatawan domestik kembali memenuhi Pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh, menjelang kemeriahan Idulfitri 1 Syawal 1447 Hijriah.

Kepadatan terlihat dari deretan sepeda motor dan mobil yang memenuhi area pelabuhan. Sebagian besar penumpang berangkat menuju Sabang untuk berlibur, sementara lainnya melakukan perjalanan silaturahmi ke keluarga di seberang pulau.

Lonjakan penyeberangan ke Sabang

Kepala UPTD Wilayah I Pelabuhan Penyeberangan Dinas Perhubungan Aceh, Husaini Jamil, mengatakan jumlah perjalanan dari Ulee Lheue ke Balohan Sabang dan arah sebaliknya meningkat pada periode Idulfitri. Ia menyebut lonjakan itu terjadi seiring meningkatnya mobilitas warga dari berbagai daerah.

Menurut Husaini, kapal cepat atau speedboat dari Banda Aceh maupun Sabang masing-masing melayani empat trip per hari. Sementara itu, kapal ferry mengoperasikan lima trip per hari untuk melayani penumpang di dua lintasan tersebut.

Mayoritas penumpang yang datang disebut merupakan wisatawan domestik dari berbagai kabupaten dan kota di Aceh, serta dari luar daerah. Aktivitas itu membuat kawasan pelabuhan tampak lebih ramai dibanding hari biasa.

Pelabuhan disiapkan untuk arus padat

Pihak pelabuhan menyiapkan petugas dan fasilitas untuk menghadapi lonjakan penumpang selama libur Idulfitri. Langkah itu mencakup penataan zonasi parkir, pengaturan arus kendaraan, dan rekayasa keberangkatan kapal agar layanan tetap tertib.

“Mudah-mudahan berjalan lancar dan memberikan kenyamanan pelayanan yang terukur terhadap tamu-tamu yang datang, khususnya di Pelabuhan Ulee Lheue yang akan menyeberang ke Sabang,” kata Husaini, dikutip Rabu (25/3).

  1. Penataan zonasi parkir untuk mengurai kepadatan kendaraan.
  2. Rekayasa jadwal keberangkatan agar arus penumpang lebih tertib.
  3. Penempatan petugas layanan untuk membantu penumpang di area pelabuhan.
  4. Koordinasi operasional dengan operator kapal dan pihak terkait.

Keselamatan tetap jadi prioritas

General Manager PT ASDP Banda Aceh, Andri Setiawan, mengatakan peningkatan jumlah penumpang dan jadwal pelayaran harus dibarengi dengan kesiapsiagaan keselamatan. ASDP menegaskan aspek keselamatan tetap menjadi prioritas utama selama masa padat penyeberangan.

Andri menjelaskan pihaknya menyiapkan tambahan alat keselamatan berupa life jacket sebanyak 150 sampai 200 unit. Perlengkapan itu akan disebar ke tiga kapal yang beroperasi di lintasan tersebut.

“Untuk menambah jumlah alat keselamatan berupa life jacket di atas kapal, kami sudah menyiapkan 150 sampai 200 life jacket yang akan kami sebar ke tiga kapal,” ujar Andri. PT ASDP juga terus berkoordinasi dengan berbagai pihak agar seluruh penumpang tetap terlayani dengan baik.

Dampak pada pergerakan wisata dan ekonomi lokal

Ramainya Pelabuhan Ulee Lheue pada masa Idulfitri ikut mencerminkan pulihnya aktivitas wisata dan mobilitas masyarakat Aceh. Sabang menjadi salah satu tujuan favorit karena akses penyeberangannya relatif singkat dan kawasan wisatanya masih menjadi magnet bagi pelancong domestik.

Bagi pelaku transportasi laut, lonjakan penumpang ini memberi sinyal positif bagi pergerakan ekonomi daerah setelah periode sulit pascabencana. Aktivitas pelabuhan yang kembali hidup juga memperlihatkan bahwa arus perjalanan masyarakat mulai pulih secara bertahap.

Di sisi lain, tingginya minat wisatawan menuntut layanan yang lebih rapi dan terukur. Pengaturan antikepadatan, kesiapan armada, dan pengawasan keselamatan menjadi faktor penting agar penyeberangan ke Sabang tetap nyaman selama masa libur panjang.

Baca selengkapnya di: www.medcom.id

Berita Terkait

Back to top button