LAN Gerak Cepat Dukung Sekolah Rakyat, Dari Rintisan Menuju Berkelanjutan

Lembaga Administrasi Negara (LAN) menegaskan dukungannya terhadap percepatan penyelenggaraan Sekolah Rakyat yang menjadi salah satu program strategis pemerintah. Dukungan itu disampaikan saat Kepala LAN Muhammad Taufiq menerima kunjungan kerja Menteri Sosial Saifullah Yusuf untuk meninjau lokasi yang direncanakan menjadi titik awal program di ASN Corporate University, LAN Pejompongan, Jakarta.

LAN menilai kawasan tersebut memiliki potensi besar sebagai pusat pendidikan terpadu yang bisa dikembangkan secara berkelanjutan. Pemerintah juga menargetkan penyelenggaraan Sekolah Rakyat dilakukan bertahap, dengan fokus awal pada jenjang SMA dan rintisan sekitar 50 sekolah.

Kolaborasi lintas kementerian untuk percepat program

Muhammad Taufiq mengatakan LAN siap mengambil peran aktif dalam mengakselerasi kebijakan pemerintah, khususnya di bidang pengembangan sumber daya manusia. Menurut dia, dukungan terhadap Sekolah Rakyat bukan sekadar penyediaan lokasi, tetapi juga bagian dari upaya membangun model pendidikan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.

“Kunjungan ini merupakan langkah yang sangat penting dan menjadi kebanggaan bagi kami, karena LAN dapat berkontribusi dalam mendukung percepatan penyelenggaraan Sekolah Rakyat,” ujar Taufiq dalam keterangannya, Kamis, 2 April 2026. Ia menambahkan bahwa kawasan di Pejompongan itu memiliki potensi untuk terus dibangun sebagai pusat pendidikan terpadu.

Kerja sama juga akan melibatkan Kementerian Sosial dan kementerian/lembaga lain, termasuk Kementerian Pekerjaan Umum. Sinergi ini dipandang penting agar kesiapan teknis dan operasional bisa dipenuhi sesuai target pemerintah.

Baca Juga: 1. Fokus awal program diarahkan ke jenjang SMA. 2. Rintisan nasional ditargetkan mencapai 50 sekolah. 3. Fasilitas awal di LAN Pejompongan dinilai representatif untuk tahap pertama.

Saifullah Yusuf menyebut peninjauan lokasi memberi gambaran awal yang penting sebelum program dijalankan. Ia menilai fasilitas yang ada di LAN Pejompongan cukup representatif untuk memulai Sekolah Rakyat rintisan bagi masyarakat Jakarta dan sekitarnya.

“Setelah kami meninjau langsung, fasilitas yang ada di LAN Pejompongan ini sangat representatif dan layak untuk penyelenggaraan Sekolah Rakyat rintisan bagi masyarakat Jakarta dan sekitarnya,” kata Saifullah. Pernyataan itu sekaligus memperkuat keyakinan pemerintah bahwa program bisa segera bergerak ke tahap implementasi.

Tahap awal difokuskan pada kesiapan sarana

Sekolah Rakyat merupakan mandat langsung Presiden dan akan dijalankan secara bertahap. Pada fase awal, pemerintah memprioritaskan jenjang SMA agar model layanan pendidikannya bisa dibangun lebih terukur dan cepat dievaluasi.

Sekretaris Jenderal Kementerian Pekerjaan Umum Wida Nurfaida menegaskan pihaknya siap mendukung pemenuhan sarana dan prasarana. Dari hasil peninjauan, fasilitas di lingkungan LAN Pejompongan dinilai sudah cukup baik untuk menopang penyelenggaraan tahap awal.

“Kami siap mendukung, karena dari hasil peninjauan fasilitas yang ada sudah cukup baik. Diharapkan perbaikan yang diperlukan dapat segera diselesaikan, sehingga target penyelenggaraan pada April ini dapat terpenuhi,” ujar Wida. Pernyataan ini menunjukkan bahwa pemerintah ingin memastikan kesiapan teknis tidak menghambat jadwal yang sudah disusun.

Arah pengembangan Sekolah Rakyat ke depan

Berikut poin penting dari arah pengembangan program yang disampaikan dalam peninjauan tersebut:

  1. Tahap awal difokuskan pada jenjang SMA.
  2. Target rintisan sekitar 50 sekolah disiapkan secara bertahap.
  3. LAN Pejompongan dipertimbangkan sebagai lokasi awal karena infrastrukturnya dinilai memadai.
  4. Kementerian Sosial, LAN, dan Kementerian PUPR akan memperkuat koordinasi teknis.
  5. Pengembangan program diarahkan agar berkelanjutan dan dapat diperluas sesuai kebutuhan.

Dalam konteks kebijakan pendidikan nasional, Sekolah Rakyat diposisikan sebagai instrumen untuk memperluas akses belajar dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Karena itu, kesiapan lembaga pelaksana, dukungan infrastruktur, dan koordinasi antarkementerian menjadi faktor penentu agar program tidak berhenti di tahap perencanaan.

LAN menyatakan komitmennya untuk terus mendukung implementasi program tersebut sebagai bagian dari tugas kelembagaan dalam mendorong kebijakan publik yang berdampak langsung. Dengan dukungan lintas sektor yang semakin kuat, pemerintah berharap Sekolah Rakyat dapat segera hadir sebagai model pendidikan yang lebih inklusif dan terjaga keberlanjutannya.

Berita Terkait

Back to top button