Prabowo Peluk Keluarga Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon, Suasana Haru di Terminal 3

Presiden Prabowo Subianto memberi penghormatan terakhir kepada tiga prajurit TNI yang gugur saat bertugas dalam misi perdamaian United Nations Interim Force in Lebanon atau UNIFIL di Lebanon. Dalam suasana haru di gedung VIP Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Sabtu (4/4/2026) malam, Prabowo datang langsung untuk menyambut keluarga korban dan memberikan pelukan hangat saat mereka berduka.

Momen itu terjadi saat jenazah para prajurit tiba di Tanah Air. Presiden Prabowo hadir sekitar pukul 18.52 WIB dan upacara penghormatan dimulai pukul 19.03 WIB, dengan suasana yang dipenuhi isak tangis keluarga, jajaran pejabat negara, dan prajurit TNI yang ikut memberi penghormatan terakhir.

Suasana Haru di Bandara Soekarno-Hatta

Kehadiran Presiden Prabowo menjadi perhatian utama dalam prosesi tersebut karena ia tidak hanya berdiri sebagai kepala negara, tetapi juga menunjukkan empati secara langsung kepada keluarga prajurit yang gugur. Saat menyalami dan memeluk keluarga korban, tangis pecah dan suasana penghormatan berubah semakin emosional.

Langkah itu menjadi simbol bahwa negara hadir di tengah duka keluarga prajurit yang meninggal saat menjalankan tugas internasional. Dalam misi semacam UNIFIL, prajurit TNI membawa nama Indonesia sekaligus menjalankan mandat perdamaian di wilayah yang masih rawan konflik.

Tiga Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon

Tiga prajurit yang gugur adalah Praka Farizal Rhomadhon, Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar, dan Sertu Muhammad Nur Ichwan. Mereka kehilangan nyawa dalam dua insiden berbeda di Lebanon selatan dalam waktu 24 jam, menunjukkan betapa berat dan berisikonya tugas yang mereka jalankan di wilayah tersebut.

Berikut data peristiwa yang diketahui dari laporan tersebut:

  1. Praka Farizal Rhomadhon gugur pada Minggu (29/3/2026) akibat tembakan artileri di sekitar posisi kontingen UNIFIL Indonesia dekat Adchit Al Qusayr, Lebanon selatan.
  2. Pada Senin (30/3/2026), Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Muhammad Nur Ichwan gugur saat konvoi pasukan yang mereka kawal diserang.
  3. Dalam insiden yang sama, lima prajurit TNI lainnya terluka dan kini mendapat penanganan lebih lanjut.

Nama lima prajurit yang terluka itu adalah Letnan Satu Infanteri Sulthan Wirdean Maulana, Prajurit Kepala Deni Rianto, Praka Rico Pramudia, Praka Bayu Prakoso, dan Praka Arif Kurniawan. Informasi ini menegaskan bahwa dampak serangan tidak hanya menimbulkan kehilangan jiwa, tetapi juga korban luka di tubuh pasukan Indonesia.

Pejabat Negara Hadir dalam Prosesi

Selain Presiden Prabowo, sejumlah pejabat tinggi negara juga hadir untuk memberikan penghormatan terakhir. Hadir di lokasi antara lain Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Menteri Luar Negeri Sugiono, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, dan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi.

Kehadiran para pejabat itu menunjukkan pentingnya peristiwa ini bagi negara. Misi perdamaian yang dijalankan TNI di bawah bendera Perserikatan Bangsa-Bangsa bukan hanya tugas militer, tetapi juga bagian dari diplomasi Indonesia di panggung internasional.

Makna Kehadiran Prabowo dalam Duka Prajurit

Sikap Prabowo yang memeluk keluarga korban memiliki makna simbolik yang kuat. Gestur itu memperlihatkan bahwa pengorbanan prajurit TNI tidak dipandang sebagai angka statistik, melainkan sebagai kehilangan nyata yang dirasakan negara secara langsung.

Dalam konteks publik, kehadiran presiden di tengah keluarga yang berduka juga menjadi pesan bahwa pemerintah tetap memberi perhatian pada keselamatan personel yang bertugas di luar negeri. Misi UNIFIL sendiri dikenal berisiko tinggi karena personel sering bekerja di area yang dekat dengan ketegangan bersenjata.

Fakta Penting Peristiwa Ini

  1. Tiga prajurit TNI gugur saat menjalankan misi perdamaian UNIFIL di Lebanon.
  2. Prabowo hadir langsung di Bandara Soekarno-Hatta untuk memberi penghormatan terakhir.
  3. Suasana prosesi berlangsung haru saat keluarga korban menerima pelukan dari Presiden.
  4. Dua insiden berbeda di Lebanon selatan terjadi dalam rentang 24 jam.
  5. Lima prajurit TNI lainnya mengalami luka dalam peristiwa tersebut.

Peristiwa ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar TNI dan masyarakat Indonesia. Saat jenazah para prajurit kembali ke Tanah Air, penghormatan negara menegaskan bahwa pengabdian mereka di Lebanon akan selalu dikenang sebagai bagian dari tugas mulia menjaga perdamaian dunia.

Baca selengkapnya di: www.beritasatu.com

Berita Terkait

Back to top button