
Pemerintah melalui Kementerian Sosial kembali melanjutkan bantuan Asistensi Rehabilitasi Sosial untuk Anak Yatim Piatu atau ATENSI YAPI pada 2026. Program ini menjadi salah satu bansos yang banyak dicari karena menyalurkan bantuan tunai Rp600.000 setiap tahap untuk membantu kebutuhan dasar anak dari keluarga rentan.
Penyaluran bantuan dilakukan bertahap sejak awal Maret 2026 dan menyasar anak yatim, piatu, atau yatim piatu yang memenuhi syarat. Masyarakat bisa mengecek status penerima melalui situs resmi atau aplikasi Cek Bansos agar terhindar dari informasi palsu dan penipuan.
Apa itu bansos ATENSI YAPI 2026
ATENSI YAPI adalah bantuan sosial yang ditujukan bagi anak yang kehilangan salah satu atau kedua orang tua dan berasal dari keluarga miskin atau rentan. Pemerintah menyalurkan bantuan ini untuk menjaga pemenuhan kebutuhan dasar anak, termasuk pendidikan, nutrisi, dan kebutuhan harian.
Berdasarkan data referensi, bantuan ini diberikan sebesar Rp200.000 per bulan per anak. Namun, pencairannya dilakukan rapel tiga bulan sekali sehingga penerima mendapat Rp600.000 dalam satu kali pencairan.
Siapa yang berhak menerima bantuan
Agar bantuan tepat sasaran, penerima ATENSI YAPI harus memenuhi sejumlah kriteria. Data yang masuk juga harus sudah tercantum dalam sistem data sosial pemerintah.
- Anak berstatus yatim, piatu, atau yatim piatu dan memiliki bukti surat kematian orang tua.
- Berusia di bawah 18 tahun.
- Terdaftar dalam DTSEM atau data sosial ekonomi nasional.
- Berasal dari keluarga miskin atau rentan.
- Bukan berasal dari keluarga ASN, TNI, atau Polri.
Kelengkapan data menjadi penting karena verifikasi di tingkat daerah dapat memengaruhi seseorang masuk atau tidak ke daftar penerima.
Cara cek status bansos Rp600 ribu lewat HP
Masyarakat disarankan hanya memakai kanal resmi pemerintah untuk mengecek status bantuan. Cara ini lebih aman karena data yang ditampilkan berasal dari sistem yang digunakan untuk penyaluran bansos.
Berikut dua cara cek yang bisa dilakukan lewat HP:
| Metode | Langkah Singkat |
|---|---|
| Website resmi | Buka cekbansos.kemensos.go.id, pilih wilayah sesuai KTP, masukkan nama lengkap, isi captcha, lalu klik “Cari Data” |
| Aplikasi Cek Bansos | Unduh aplikasi di Play Store atau App Store, login atau daftar akun, masuk ke menu “Cek Bansos”, isi data wilayah dan nama, lalu cari data |
Jika nama muncul sebagai penerima, biasanya sistem akan menampilkan status bantuan dan wilayah penerima. Jika belum terdaftar, bisa jadi data masih dalam proses verifikasi atau memang belum masuk daftar penerima.
Jadwal pencairan bansos 2026
Dalam referensi disebutkan bahwa bantuan disalurkan empat kali dalam setahun. Setiap tahap bernilai Rp600.000 karena mencakup rapelan tiga bulan.
- Tahap 1 untuk periode Januari–Maret cair akhir Maret 2026.
- Tahap 2 untuk periode April–Juni cair sekitar April 2026.
- Tahap 3 untuk periode Juli–September cair akhir September 2026.
- Tahap 4 untuk periode Oktober–Desember cair akhir Desember 2026.
Jadwal tersebut bersifat perkiraan dan dapat berubah tergantung proses verifikasi data di masing-masing daerah. Karena itu, penerima disarankan rutin mengecek status bantuan secara berkala.
Cara dana disalurkan ke penerima
Penyaluran bansos ATENSI YAPI dilakukan melalui dua jalur resmi. Untuk wilayah dengan akses perbankan, dana disalurkan lewat Bank Himbara seperti BRI, BNI, Mandiri, dan BTN.
Sementara itu, untuk wilayah terpencil atau penerima tanpa rekening, bantuan disalurkan melalui PT Pos Indonesia. Bagi penerima baru, proses pembukaan rekening disebut dapat memakan waktu sekitar 2 hingga 3 bulan, sehingga pada tahap awal bantuan bisa dicairkan lewat kantor pos.
Waspadai penipuan saat cek dan cairkan bantuan
Pemerintah tidak pernah memungut biaya dalam proses pencairan bantuan. Penerima juga tidak boleh memberikan data sensitif seperti OTP, PIN ATM, atau informasi pribadi lain kepada pihak yang tidak jelas.
Jika menemukan pesan mencurigakan yang mengatasnamakan bansos, masyarakat sebaiknya segera memverifikasi informasi melalui kanal resmi Kemensos atau melapor ke pihak berwenang. Langkah ini penting agar penerima tidak menjadi korban modus penipuan yang sering memanfaatkan tingginya minat publik terhadap bantuan sosial.
Mengapa pengecekan data perlu dilakukan sekarang
Pengecekan lebih awal membantu keluarga memastikan apakah nama anak sudah masuk dalam daftar penerima dan apakah data wilayah sudah sesuai. Dengan begitu, proses pencairan Rp600.000 per tahap bisa dipantau tanpa menunggu informasi tidak resmi yang beredar di media sosial.
Source: bansos.medanaktual.com








