Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyambut kunjungan Duta Besar Republik Rakyat Tiongkok Wang Lutong di Graha Amukti Praja, Bandara Internasional Juanda, Sidoarjo, Selasa (7/4/2026). Pertemuan itu berlangsung menjelang rencana groundbreaking pabrik melamin terbesar di dunia yang akan dibangun di Gresik pada Rabu (8/4).
Khofifah menilai agenda tersebut bukan hanya penting bagi industri, tetapi juga untuk memperkuat posisi Jawa Timur dalam peta investasi global. Ia menyebut pembicaraan dengan Wang Lutong berlangsung padat dan produktif karena menyentuh banyak sektor strategis.
Fokus Pembahasan Investasi dan Industri
Dalam pertemuan itu, Khofifah dan Wang membahas peluang kerja sama yang lebih luas antara Jawa Timur dan Tiongkok. Salah satu sorotan utama adalah investasi manufaktur, termasuk kehadiran pabrik melamin yang disebut akan menjadi yang terbesar di dunia.
Khofifah mengatakan pembangunan pabrik tersebut akan memberi dampak besar bagi daerah, mulai dari penyerapan tenaga kerja hingga penguatan rantai pasok industri. Kehadiran investasi berskala besar juga dinilai dapat mendorong kepercayaan investor lain untuk masuk ke Jawa Timur.
Pemerintah Provinsi Jawa Timur melihat momentum groundbreaking ini sebagai sinyal bahwa kawasan industrinya terus berkembang. Gresik selama ini dikenal sebagai salah satu pusat industri strategis di Indonesia karena didukung infrastruktur pelabuhan, akses logistik, dan ekosistem usaha yang kuat.
Berikut poin utama yang dibahas dalam pertemuan tersebut:
- Investasi industri, termasuk pabrik melamin terbesar di dunia.
- Pendidikan dan riset untuk penguatan sumber daya manusia.
- Transisi energi dan pengembangan energi baru terbarukan.
- Pariwisata, khususnya promosi kawasan Gunung Bromo.
- Sektor peternakan, termasuk peluang impor sapi perah produktif.
Dorong Pendidikan, Riset, dan Kompetensi ASN
Selain investasi, Khofifah dan Dubes Wang juga membicarakan kerja sama di bidang pendidikan dan riset. Pembahasan ini mencakup peningkatan kualitas sumber daya manusia, termasuk penguatan kompetensi aparatur sipil negara di Jawa Timur.
Khofifah menilai kualitas SDM menjadi kunci agar daerah mampu memanfaatkan masuknya investasi secara maksimal. Karena itu, kerja sama pendidikan vokasi, riset terapan, dan inovasi dinilai penting untuk memperkuat daya saing daerah.
Wang Lutong juga menyatakan dukungan terhadap pengembangan SDM di Indonesia. Menurut dia, kerja sama pendidikan vokasi dapat membantu menyiapkan tenaga kerja yang lebih terampil dan sesuai kebutuhan industri.
Transisi Energi dan Peluang Energi Bersih
Isu energi juga masuk dalam pembahasan. Khofifah menyinggung pentingnya transisi dari energi fosil ke energi baru terbarukan, termasuk peluang pengembangan solar panel untuk mendukung target net zero emission.
Pembahasan ini sejalan dengan arah kebijakan pembangunan yang makin menekankan keberlanjutan. Jawa Timur, menurut Khofifah, ingin mengambil peran dalam pengembangan energi bersih tanpa meninggalkan pertumbuhan ekonomi.
Wang Lutong mengatakan Tiongkok juga terus mendukung pengembangan energi terbarukan di Indonesia. Ia menyebut sudah ada perusahaan asal Tiongkok yang berinvestasi di Jawa Timur dalam bidang solar, dan peluang kerja sama itu masih terbuka lebih luas.
Gunung Bromo dan Promosi Wisata Jawa Timur
Selain urusan industri dan pendidikan, kunjungan Wang Lutong juga diarahkan pada sektor pariwisata. Khofifah menyebut Dubes Tiongkok dijadwalkan berkunjung ke kawasan Gunung Bromo yang menjadi salah satu destinasi unggulan Jawa Timur.
Menurut Khofifah, kehadiran Wang di Bromo akan membantu memperkenalkan potensi wisata Jawa Timur ke audiens internasional. Ia menilai promosi destinasi alam seperti Bromo penting untuk memperkuat citra Jawa Timur sebagai daerah yang tidak hanya kuat di sektor industri, tetapi juga kaya daya tarik wisata.
Promosi wisata melalui kunjungan tokoh asing dinilai efektif karena dapat memberi eksposur yang lebih luas. Langkah ini juga sejalan dengan strategi pemerintah daerah untuk mendongkrak kunjungan wisatawan mancanegara.
Peluang Kerja Sama Peternakan dan Kebutuhan Susu Nasional
Dalam pertemuan tersebut, Khofifah juga membuka pembahasan mengenai sektor peternakan. Pemprov Jawa Timur melihat peluang kerja sama impor sapi perah dari Tiongkok untuk mendukung kebutuhan susu nasional yang terus meningkat.
Khofifah menyebut sapi perah dari Tiongkok memiliki produktivitas tinggi, bahkan dapat menghasilkan hingga 50 liter susu per ekor per hari. Menurut dia, potensi itu bisa menjadi opsi kerja sama yang menarik untuk memperkuat pasokan susu di dalam negeri.
Langkah ini menunjukkan bahwa hubungan Jawa Timur dan Tiongkok tidak hanya terbatas pada investasi industri. Kerja sama juga diarahkan ke sektor pangan dan ketahanan produksi, terutama ketika kebutuhan bahan baku susu nasional masih besar.
Dukungan Tiongkok untuk Pertumbuhan Jawa Timur
Wang Lutong mengapresiasi kepemimpinan Khofifah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Jawa Timur. Ia menyebut kunjungannya ini merupakan yang kedua ke provinsi tersebut dan menilai hubungan kerja sama kedua pihak terus berkembang.
Wang juga menegaskan bahwa Tiongkok terbuka bagi investor yang ingin masuk ke Jawa Timur. Ia mengatakan kerja sama dalam industri, tenaga kerja, dan pendidikan akan terus didorong agar memberi manfaat bagi kedua pihak.
Pernyataan itu memperlihatkan bahwa kunjungan Dubes Tiongkok bukan sekadar agenda protokoler. Pertemuan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat jaringan kerja sama yang mencakup industri, transisi energi, pendidikan, pariwisata, dan peternakan dalam satu kerangka pembangunan daerah yang lebih luas.
Baca selengkapnya di: mediaindonesia.com




