Kementerian Sosial mulai menyalurkan bansos reguler Program Keluarga Harapan (PKH) dan Program Sembako atau BPNT tahap kedua secara bertahap kepada keluarga penerima manfaat. Penyaluran ini mencakup periode bantuan untuk bulan April, Mei, dan Juni, sehingga total dana BPNT yang diterima setiap keluarga mencapai Rp600.000.
Pencairan dilakukan melalui bank-bank Himbara dan PT Pos Indonesia, dengan proses yang berjalan bertahap karena jumlah penerima sangat besar. Masyarakat penerima manfaat diminta segera mengecek status bantuan agar mengetahui apakah dana sudah masuk atau masih dalam proses distribusi.
BPNT tahap kedua cair Rp600.000
BPNT atau Program Sembako menjadi salah satu bansos yang paling banyak dicari karena cair secara rutin setiap bulan. Pada tahap kedua, penerima mendapatkan Rp200.000 per bulan, lalu dana untuk tiga bulan langsung dijumlahkan menjadi Rp600.000.
Skema ini membantu rumah tangga penerima menjaga daya beli sambil memenuhi kebutuhan pokok. Pemerintah menyalurkan bantuan melalui sistem yang sudah ditentukan agar distribusi lebih terpantau dan tepat sasaran.
Besaran PKH berbeda sesuai kategori penerima
Berbeda dengan BPNT yang nilainya sama untuk seluruh penerima, PKH memiliki nominal bantuan yang menyesuaikan kategori anggota keluarga. Bantuan ini diberikan per triwulan dan ditujukan untuk mendukung kebutuhan kelompok rentan dalam rumah tangga.
Berikut rincian bantuan PKH yang disebut dalam data penyaluran:
- Korban pelanggaran HAM berat: Rp2.700.000
- Ibu hamil atau nifas: Rp750.000
- Anak usia dini 0–6 tahun: Rp750.000
- Penyandang disabilitas berat: Rp600.000
- Lansia berusia 60 tahun ke atas: Rp600.000
- Pelajar SMA atau sederajat: Rp500.000
- Pelajar SMP atau sederajat: Rp375.000
- Pelajar SD atau sederajat: Rp225.000
Skema ini menunjukkan bahwa PKH tidak dibagi rata, melainkan mengikuti kebutuhan dan kondisi penerima. Dengan begitu, bantuan dapat diarahkan pada kelompok yang memang membutuhkan dukungan lebih besar.
Cara cek status penerima bansos
Masyarakat dapat memeriksa status penerimaan secara mandiri melalui situs resmi Kementerian Sosial. Langkah ini penting untuk menghindari informasi yang tidak valid atau kabar keliru yang sering tersebar di media sosial.
Secara umum, hasil pengecekan akan menampilkan status penerima, jenis bantuan yang diterima, serta periode penyaluran. Jika data belum muncul, kondisi itu bisa terjadi karena proses distribusi masih berlangsung secara bertahap di daerah masing-masing.
Jalur penyaluran bantuan dibagi dua
Pemerintah menyalurkan bansos lewat dua jalur utama agar penyaluran menjangkau lebih banyak warga. Bank Himbara, yaitu Mandiri, BNI, BRI, dan BTN, menyalurkan bantuan menggunakan Kartu Keluarga Sejahtera atau KKS.
Sementara itu, PT Pos Indonesia melayani penerima di wilayah 3T atau warga yang tidak memiliki akses perbankan. Pola ini dipakai agar bantuan tetap sampai ke penerima yang tinggal jauh dari layanan keuangan formal.
Pembaruan data menjadi kunci penyaluran
Menteri Sosial Saifullah Yusuf sebelumnya menjelaskan bahwa Kemensos dan Badan Pusat Statistik sudah sepakat mempercepat pembaruan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional atau DTSEN. Pembaruan data ini penting agar penyaluran bantuan memakai basis data yang lebih mutakhir dan akurat.
Dengan data yang lebih tepat, risiko salah sasaran dapat ditekan dan bantuan bisa diterima oleh keluarga yang benar-benar berhak. Di saat yang sama, proses verifikasi dan penyaluran juga diharapkan semakin efisien seiring berjalannya distribusi tahap kedua di berbagai daerah.







