Bos rokok HS Muhammad Suryo memulai pembangunan masjid di titik kecelakaan yang menewaskan istrinya, Anis Syarifah, di Desa Palihan, Temon, Kulonprogo. Peletakan batu pertama dilakukan pada Jumat, 17 April 2026, bertepatan dengan hari ulang tahun almarhumah, dan momen itu berlangsung haru di hadapan warga setempat.
Lokasi pembangunan masjid berada di pinggir Jalan Nasional Purworejo-Jogja, tepat di area yang menjadi tempat kecelakaan fatal pada Minggu, 1 Maret 2026. Dalam peristiwa itu, Suryo yang saat itu membonceng istrinya terlibat kecelakaan dengan warga setempat, Abdullah, dan putranya, Deva, hingga Anis meninggal di tempat sementara tiga lainnya mengalami luka berat.
Proses emosional di lokasi kecelakaan
Empat puluh tujuh hari setelah kepergian istrinya, Suryo kembali ke lokasi tersebut untuk memimpin langsung prosesi awal pembangunan masjid. Ia tak kuasa menahan tangis saat menyampaikan bahwa pembangunan itu ia maknai sebagai janji cinta kepada almarhumah.
“Masjid ini adalah surat cinta saya untuk almarhumah istri saya,” ujar Suryo dengan suara terbata. Pernyataan itu menjadi penanda bahwa pembangunan rumah ibadah ini tidak hanya bernilai sosial, tetapi juga menyimpan makna personal yang kuat bagi keluarga yang ditinggalkan.
Nama masjid dan makna di baliknya
Masjid yang dibangun itu diberi nama Masjid Hj Anis Syarifah, mengikuti nama mendiang istri Suryo. Menariknya, di sisi masjid juga terdapat jalan desa bernama Jalan KH Moh Yunus Anis, sehingga unsur nama “Anis” tampak hadir di beberapa titik area tersebut.
Suryo menilai kesamaan nama itu sebagai bagian dari takdir Allah SWT. Ia juga berharap masjid tersebut bisa menjadi tempat ibadah yang ramai, sekaligus ruang doa yang terus menghadirkan pahala untuk mendiang istrinya.
Desain masjid yang diunggah di media sosial
Suryo membagikan desain masjid melalui akun Instagram pribadinya, @muhammad.surya.yk. Dari unggahan itu terlihat bangunan di atas lahan seluas 1.500 meter persegi dengan gaya modern yang tetap memadukan unsur tradisional.
- Atap masjid dibuat bergaya limasan.
- Fasad bangunan tampil melengkung dengan kesan kontemporer.
- Sebuah menara menjulang di sisi bangunan.
- Di pucuk menara terdapat lafadz Allah.
Desain tersebut memberi kesan sederhana namun elegan, dan dinilai cocok untuk fungsi masjid lingkungan yang terbuka bagi warga sekitar. Komposisi arsitekturnya juga menonjolkan identitas religius tanpa meninggalkan sentuhan visual yang modern.
Wakaf untuk masyarakat, bukan bangunan eksklusif
Suryo menegaskan bahwa masjid Hj Anis Syarifah bukan bangunan yang ia buat untuk kepentingan pribadi atau kelompok tertentu. Ia menyebut masjid itu diwakafkan untuk kepentingan masyarakat umum agar bisa dimanfaatkan oleh siapa saja.
“Saya ingin masjid ini bermanfaat untuk banyak orang, saya sudah menganggap pak Abdullah dan semua masyarakat Desa Palihan adalah keluarga saya,” kata Suryo. Ia juga mengajak warga ikut menjaga dan memakmurkan masjid tersebut agar fungsinya terus hidup dalam jangka panjang.
Respons warga dan keluarga korban lain
Pembangunan masjid itu disambut luas oleh warga Desa Palihan yang hadir dalam acara peletakan batu pertama. Salah satu yang merasakan dampaknya adalah Surati Julia Wijayanti, istri Abdullah, yang menyebut keluarga mereka mendapat banyak perhatian dari Suryo sejak peristiwa kecelakaan terjadi.
Surati mengatakan biaya pengobatan suami dan anaknya ditanggung, termasuk pendidikan hingga jenjang sarjana. Ia juga menyebut kebutuhan hidup sehari-hari keluarga mereka ikut dibantu, setelah Abdullah dan Deva kini menjalani rawat jalan di rumah.
Menurut Surati, bantuan yang datang tidak hanya meringankan beban keluarganya, tetapi juga memberi manfaat bagi masyarakat desa karena kini ada masjid baru yang dibangun di lokasi tersebut. Ia menilai peristiwa pahit yang terjadi justru berubah menjadi berkah bagi banyak orang.
Harapan warga atas masjid baru
Lurah Palihan, Kaliso, mengatakan masyarakat sudah lama ingin membangun masjid di area itu. Sebelumnya, lokasi tersebut hanya memiliki surau kecil, sehingga keberadaan masjid baru dianggap menjawab kebutuhan warga yang telah lama menginginkan tempat ibadah yang lebih layak.
“Alhamdulillah hari ini impian kami membangun masjid di sini terwujud berkat bantuan pak Suryo,” ujarnya. Dengan peletakan batu pertama yang sudah dimulai, warga kini menunggu proses pembangunan berikutnya agar masjid Hj Anis Syarifah segera berdiri dan bisa digunakan untuk ibadah serta kegiatan keagamaan di lingkungan sekitar.
Source: www.viva.co.id






