Cara Cek Bansos PKH Dan BPNT April 2026 Tahap 2, Jangan Sampai Ketinggalan Jadwalnya!

Pengecekan status pencairan bansos PKH dan BPNT April 2026 kini bisa dilakukan lewat kanal resmi pemerintah tanpa harus menunggu informasi dari pihak lain. Bagi masyarakat yang terdaftar sebagai Keluarga Penerima Manfaat (KPM), langkah ini penting untuk memastikan apakah bantuan sudah masuk atau masih dalam proses penyaluran tahap kedua.

Kementerian Sosial menegaskan bahwa penyaluran bantuan dilakukan bertahap, sehingga dana dapat cair kapan saja sepanjang periode pencairan. Pada tahap dua ini, penyaluran masuk dalam rentang April hingga Juni 2026, sehingga penerima disarankan rutin memeriksa status bantuan melalui layanan yang tersedia.

Jadwal pencairan tahap kedua

Pemerintah tidak menetapkan tanggal pasti pencairan PKH dan BPNT dalam satu hari tertentu. Skema penyaluran dibuat per triwulan, dengan pembagian tahap 1 Januari–Maret, tahap 2 April–Juni, tahap 3 Juli–September, dan tahap 4 Oktober–Desember.

Dengan pola tersebut, pencairan pada April 2026 termasuk dalam tahap kedua dan bisa berjalan mulai awal periode hingga akhir bulan, tergantung proses penyaluran di masing-masing wilayah. Karena itu, penerima diminta tidak hanya menunggu informasi lisan, tetapi aktif mengecek status secara mandiri.

Data pembaruan penerima bansos

Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menyampaikan bahwa ada sekitar 11.014 KPM yang dicoret dari daftar penerima karena masuk kategori inclusion error. Jumlah itu setara sekitar 0,06% dari total penerima bansos tahap pertama.

Di sisi lain, Kemensos juga memperbarui data pada tahap kedua. Dari 77.014 KPM yang sebelumnya belum memiliki kategori desil, sebanyak 26.176 keluarga telah lolos verifikasi lapangan atau ground check. Dari jumlah itu, sekitar 25.665 keluarga masuk desil 1 hingga 5 dan berpeluang menerima bantuan, sementara 1.511 keluarga lain berada di desil 6 hingga 10 dan dinilai termasuk inclusion error.

Cara cek bansos PKH dan BPNT April 2026

Pengecekan dapat dilakukan dengan menyiapkan Nomor Induk Kependudukan atau NIK yang sesuai KTP. Layanan resmi Kemensos menyediakan dua cara utama, yakni melalui situs web dan aplikasi Cek Bansos.

Untuk cek lewat website, langkahnya cukup sederhana. Buka cekbansos.kemensos.go.id, masukkan NIK dengan benar, ketik kode verifikasi yang tampil di layar, lalu tekan tombol “Cari Data” untuk melihat hasil pencarian sesuai wilayah yang diinput.

Jika ingin melalui ponsel, masyarakat dapat mengunduh aplikasi “Cek Bansos” di Play Store atau App Store. Setelah akun dibuat dengan data diri lengkap, nomor KTP, alamat, email, dan swafoto, pengguna bisa login lalu membuka menu “Profil” untuk melihat status bantuan.

Alternatif pengecekan secara langsung

Bagi yang mengalami kendala saat akses internet, pengecekan masih bisa dilakukan secara offline. Masyarakat dapat datang ke kantor desa atau kelurahan setempat, ke Dinas Sosial wilayah masing-masing, atau menanyakan informasi awal kepada Ketua RT dan RW.

Petugas biasanya akan membantu mencocokkan data dengan KTP untuk memastikan status penerima. Jalur ini tetap penting, terutama bagi warga yang belum terbiasa menggunakan aplikasi atau kesulitan saat proses verifikasi online.

Sanggahan dan laporan data

Kemensos juga menyediakan ruang bagi masyarakat untuk mengajukan sanggahan atau laporan melalui aplikasi Cek Bansos. Fitur ini penting agar data penerima lebih akurat, terutama jika ada perubahan kondisi keluarga atau temuan yang perlu diverifikasi ulang.

Dengan begitu, masyarakat tidak hanya memantau pencairan PKH dan BPNT tahap 2 April 2026, tetapi juga bisa ikut menjaga ketepatan data penerima melalui kanal resmi yang sudah disediakan pemerintah.

Source: bansos.medanaktual.com
Exit mobile version