Masyarakat kini bisa mengecek status bansos PKH dan BPNT melalui HP tanpa harus datang ke kantor layanan. Pemeriksaan ini dapat dilakukan secara mandiri untuk mengetahui apakah nama terdaftar sebagai penerima manfaat dari Kementerian Sosial.
Langkah ini bermanfaat bagi warga yang ingin memastikan status kepesertaan secara cepat dan praktis. Dua jalur pengecekan yang tersedia adalah melalui aplikasi Cek Bansos Kemensos dan situs resmi cekbansos.kemensos.go.id.
Data yang perlu disiapkan
Sebelum mulai, ada beberapa data dasar yang harus tersedia agar proses pencarian berjalan lancar. Perangkat yang digunakan juga perlu memiliki koneksi internet yang stabil.
Berikut kebutuhan utamanya:
- Smartphone dengan akses internet.
- NIK sesuai KTP.
- Nomor handphone aktif, khusus untuk metode aplikasi.
Cek status lewat aplikasi Cek Bansos
Aplikasi Cek Bansos menjadi pilihan bagi pengguna yang ingin memantau status bantuan secara berkala. Aplikasi ini juga memuat fitur usul-sanggah yang berguna untuk menindaklanjuti data penerima.
Pengguna bisa mengunduh aplikasi Cek Bansos melalui Play Store untuk Android atau App Store untuk iOS. Setelah itu, proses registrasi dilakukan memakai nomor handphone aktif yang akan menerima kode OTP lewat SMS.
Setelah akun aktif, pengguna tinggal masuk ke dashboard dan memilih menu “Cek Bansos”. Berikut alurnya:
- Buka aplikasi Cek Bansos.
- Daftar memakai nomor handphone aktif.
- Verifikasi akun dengan kode OTP.
- Login ke aplikasi.
- Pilih menu “Cek Bansos”.
- Isi NIK atau nama lengkap sesuai KTP.
- Pilih wilayah domisili, mulai dari provinsi hingga kelurahan.
- Tekan tombol “Cek” untuk melihat hasil.
Cek status lewat situs resmi Kemensos
Bagi pengguna yang tidak ingin memasang aplikasi tambahan, situs resmi Kemensos bisa menjadi pilihan yang lebih praktis. Melalui peramban di HP, pencarian data dapat dilakukan langsung di laman cekbansos.kemensos.go.id.
Metode ini hanya membutuhkan NIK dan kode keamanan yang muncul di layar. Jika kode sulit dibaca, pengguna bisa menekan ikon penyegar untuk memunculkan kode baru.
Tahap pengecekan di situs resmi sebagai berikut:
- Buka cekbansos.kemensos.go.id di browser HP.
- Masukkan NIK sesuai data KTP.
- Ketik huruf kode keamanan yang tampil.
- Tekan tombol “CARI DATA”.
- Sistem akan menampilkan nama, kelompok desil, dan status penetapan penerima bansos.
Jadwal pencairan dan besaran bantuan
Informasi status sering dicari bersamaan dengan jadwal pencairan bantuan. Dalam tahun 2026, pencairan dilakukan dalam empat tahap sepanjang tahun, mulai dari Januari-Maret, April-Juni, Juli-September, hingga Oktober-Desember.
Untuk PKH, besaran bantuan berbeda sesuai kategori penerima. Ibu hamil atau anak usia dini menerima Rp750.000 per tahap, siswa SD Rp225.000, siswa SMP Rp375.000, dan siswa SMA Rp500.000 per tahap.
Selain itu, lansia dan penyandang disabilitas berat masing-masing mendapat Rp600.000 per tahap. Ada juga kategori korban pelanggaran HAM berat dengan bantuan Rp2.700.000 per tahap.
Dalam setahun, total bantuan PKH bisa mencapai Rp3.000.000 untuk ibu hamil atau anak usia dini, Rp900.000 untuk siswa SD, Rp1.500.000 untuk siswa SMP, Rp2.000.000 untuk siswa SMA, Rp2.400.000 untuk lansia atau disabilitas berat, dan Rp10.800.000 untuk korban pelanggaran HAM berat.
Sementara itu, BPNT diberikan dalam bentuk saldo Rp200.000 per bulan yang dialokasikan untuk pembelian kebutuhan pangan. Informasi ini penting dipahami agar penerima dapat membedakan skema bantuan PKH dan BPNT saat memeriksa status melalui HP.







