Persijap Jepara terus menjaga asa bertahan di Liga Superleague 2025/2026 setelah menundukkan Semen Padang 2-0 di Stadion H. Agus Salim, Senin (20/4). Hasil itu membuat Laskar Kalinyamat memperpanjang rekor tak terkalahkan menjadi tujuh laga beruntun, sekaligus membawa mereka naik ke posisi 13 klasemen sementara dengan koleksi 28 poin.
Walau posisi Persijap mulai menjauh dari zona merah, situasinya belum sepenuhnya aman. Selisih angka yang tipis dengan sejumlah tim di papan bawah membuat enam laga terakhir menjadi penentu besar bagi nasib klub asal Jepara tersebut.
Performa naik, tekanan belum hilang
Kemenangan atas Semen Padang menunjukkan ketahanan Persijap dalam laga tandang yang tidak mudah. Mario Lemos menilai timnya sempat kesulitan menguasai permainan pada fase awal karena tekanan tuan rumah dan rapatnya organisasi pertahanan lawan.
Pelatih asal Portugal itu juga menyoroti perubahan ritme pada babak kedua setelah Persijap unggul lebih dulu. “Pertandingan cukup sulit. Kami sempat kehilangan kendali di lini tengah pada babak kedua setelah unggul 2-0 di paruh pertama,” ujar Mario Lemos usai laga.
Untuk menjaga keunggulan, Lemos mengambil langkah taktis dengan memasukkan empat pemain segar. Pergantian itu membantu Persijap mengendalikan tempo dan mencegah lawan membangun tekanan balasan yang berbahaya.
Statistik yang masih harus diperbaiki
Sampai pekan ke-28, Persijap mencatat tujuh kemenangan, tujuh hasil imbang, dan 14 kekalahan. Catatan itu menghasilkan 28 poin dan memperlihatkan bahwa perjalanan tim masih naik turun, meski tren terakhir memberi sinyal positif.
Rangkaian tujuh laga tanpa kekalahan menjadi modal penting bagi Persijap. Namun, angka itu juga belum cukup untuk membuat tim bisa bersantai karena papan bawah tetap sangat rapat dan setiap poin bisa mengubah posisi klasemen secara cepat.
Enam laga krusial penentu nasib
Mario Lemos menegaskan bahwa fokus tim kini tertuju pada enam pertandingan sisa yang ia sebut sebagai fase penting musim ini. Dari enam laga itu, empat akan dimainkan di kandang sendiri dan dua lainnya berlangsung tandang.
Persijap juga akan menghadapi lawan dengan karakter yang berbeda, termasuk tiga tim penghuni papan atas klasemen. Kondisi itu membuat kesiapan mental dan fisik menjadi bagian yang tidak bisa diabaikan dalam persiapan tim.
Enam laga terakhir Persijap Jepara adalah PSBS Biak pada Jumat, 24/4, Dewa United pada Rabu, 29/4, Persija Jakarta pada Senin, 4/5, Persita Tangerang pada Minggu, 10/5, Borneo FC pada Minggu, 17/5, dan Persib Bandung pada Sabtu, 23/5.
Target poin di kandang sendiri
Dengan empat laga kandang tersisa, Persijap berharap bisa memaksimalkan dukungan serta mempertahankan kestabilan permainan yang mulai terbentuk dalam beberapa pertandingan terakhir. Evaluasi teknis tetap berjalan, sementara Lemos menekankan bahwa setiap laga memiliki tingkat kesulitan yang berbeda.
Situasi klasemen yang ketat membuat Persijap tidak bisa hanya bergantung pada modal tujuh laga tak terkalahkan. Hasil-hasil berikutnya akan sangat menentukan apakah Laskar Kalinyamat bisa mengamankan tempat di Liga Superleague musim depan atau harus menjalani tekanan hingga akhir kompetisi.
Source: mediaindonesia.com






