Kementerian Sosial menyiapkan pencairan bansos Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) tahap kedua pada akhir April 2026. Penyaluran ini ditujukan untuk membantu keluarga penerima manfaat menghadapi kebutuhan rumah tangga yang terus meningkat.
Mengacu pada informasi dari Bansos, distribusi bantuan dilakukan bertahap sejak pertengahan hingga pengujung April 2026. Pola bertahap ini membuat waktu penerimaan bisa berbeda antarwilayah, sehingga sebagian penerima dapat lebih dulu menerima dana dibanding daerah lain.
Cara mengecek status penerima
Masyarakat dapat memeriksa status kepesertaan melalui portal resmi Kemensos di cekbansos.kemensos.go.id. Pengguna perlu memasukkan data wilayah sesuai kartu identitas yang berlaku agar sistem dapat menampilkan informasi yang sesuai.
Pengecekan juga tersedia lewat Aplikasi Cek Bansos yang bisa diunduh di Google PlayStore. Setelah registrasi akun baru menggunakan NIK, pengguna bisa masuk ke menu pencarian data penerima untuk memastikan status bantuan.
Rincian bantuan PKH tahap kedua
Besaran PKH tetap menyesuaikan kategori penerima manfaat. Ibu hamil dan anak usia dini masing-masing menerima Rp 750.000 per tahap, sementara total bantuan dalam setahun mencapai Rp 3.000.000.
Kategori lain juga memiliki nominal berbeda sesuai sasaran program. Siswa SD atau sederajat menerima Rp 225.000 per tahap, siswa SMP atau sederajat Rp 375.000, dan siswa SMA atau sederajat Rp 500.000.
Selain itu, bantuan untuk penyandang disabilitas berat dan lanjut usia masing-masing ditetapkan Rp 600.000 per tahap. Nilai tersebut setara dengan total Rp 2.400.000 dalam setahun untuk tiap kategori penerima.
Skema pencairan BPNT
BPNT disalurkan dengan nilai tetap Rp 200.000 per bulan. Dalam praktiknya, bantuan ini kerap dicairkan sekaligus untuk dua atau tiga bulan, sehingga penerima bisa memperoleh Rp 400.000 hingga Rp 600.000 dalam satu pencairan.
Skema akumulasi ini membuat jadwal penerimaan BPNT bisa terasa berbeda di lapangan. Meski begitu, nominal dasar per bulan tetap sama dan tidak berubah dari ketentuan yang berlaku pada program tersebut.
Kemensos juga mengingatkan pentingnya verifikasi data kependudukan agar proses pencairan berjalan lancar. Kesesuaian NIK, alamat, dan data keluarga menjadi faktor penting agar nama penerima teridentifikasi dengan benar dalam sistem.
Di tengah kebutuhan pokok yang terus bergerak, penyaluran PKH dan BPNT tahap kedua menjadi perhatian banyak keluarga penerima manfaat. Informasi jadwal, nominal, dan kanal pengecekan resmi menjadi pegangan utama agar masyarakat dapat memantau status bantuan tanpa menunggu kepastian dari informasi yang belum terverifikasi.






